24 Hari PSBB, Bagaimana Pergerakan Kasus Covid-19 di Jakarta?

Kompas.com - 08/10/2020, 07:21 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi DKI Jakarta masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperketat hingga 11 Oktober 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang penerapan PSBB mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020 karena khawatir kasus harian Covid-19 akan kembali meningkat jika PSBB dilonggarkan.

PSBB awalnya hanya diberlakukan selama dua pekan sejak 14 hingga 27 September 2020.

Kemudian perpanjangan masa PSBB ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

Baca juga: UPDATE 7 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.340, Pasien yang Dirawat 13.254 Orang

Bagaimana pergerakan kasus harian Covid-19 selama PSBB?

Pemprov DKI membatasi sejumlah aktivitas selama PSBB di antaranya aktivitas perkantoran yang tidak boleh mempekerjakan karyawan di kantor melebihi 25 persen dari kapasitas normal hingga pembatasan waktu operasional transportasi umum.

Seluruh warga diimbau beraktivitas di rumah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kebijakan selama PSBB tersebut pernah diklaim Anies mampu menurunkan kasus aktif Covid-19.

Menurut Anies, kasus aktif Covid-19 selama PSBB menurun dibanding 12 hari pertama bulan September atau sebelum pemberlakuan PSBB.

Kasus aktif artinya pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan medis atau isolasi mandiri.

Catatan Kompas.com sejak 1 sampai 12 September, tercatat penambahan kasus aktif positif Covid-19 sebesar 3.605 orang.

Baca juga: 18 Anggota Dewan Positif Covid-19, Satpol PP DKI Bakal Cek soal Penutupan Gedung DPR

Dengan demikian, jumlah kasus aktif Covid-19 hingga 12 September mencapai 12.174 orang.

Berikut detail penambahan kasus aktif positif Covid-19 di Jakarta periode 1 - 12 September 2020:

1 September : bertambah 195 menjadi 8.764 kasus

2 September : bertambah 561 menjadi 9.325 kasus

3 September  : bertambah 707 menjadi 10.032 kasus

4 September : bertambah 52 menjadi 10.084 kasus

5 September : bertambah 94 menjadi 10.178 kasus

6 September : bertambah 486 menjadi 10.664 kasus

7 September : bertambah 383 menjadi 11.047 kasus

8 September : berkurang 17 menjadi 11.030 kasus

9 September : bertambah 215 menjadi 11.245 kasus

10 September : bertambah 451 menjadi 11.696 kasus

11 September : bertambah 128 menjadi 11.824 kasus

12 September : bertambah 350 menjadi 12.174 kasus

Sementara itu, selama 24 hari penerapan PSBB ketat sejak 14 September sampai 7 Oktober, pergerakan kasus aktif Covid-19 masih fluktuatif.

Tercatat penambahan kasus aktif positif Covid-19 sebesar 614 orang selama penerapan PSBB. Sementara itu, jumlah kasus aktif Covid-19 hingga 7 Oktober adalah 13.254 orang.

Berikut detail penambahan kasus aktif positif Covid-19 di Jakarta periode 14 September hingga 7 Oktober 2020:

14 September : berkurang 279 menjadi 12.161 orang

15 September : bertambah 18 menjadi 12.179 orang

16 September : bertambah 530 menjadi 12.709 orang

17 September : bertambah 43 menjadi 12.752 orang

18 September : bertambah 353 menjadi 13.105 orang

19 September : berkurang 104 menjadi 13.001 orang

20 September : berkurang 885 menjadi 12.116 orang

21 September : bertambah 858 menjadi 12.974 orang

22 September : bertambah 247 menjadi 13.221 orang

23 September : bertambah 56 menjadi 13.277 orang

24 September : berkurang 45 menjadi 13.332 orang

25 September : berkurang 334 menjadi 12.898 orang

26 September : bertambah 257 menjadi 13.155 orang

27 September : bertambah 110 menjadi 13.265 orang

28 September : berkurang 533 menjadi 12.732 orang

29 September : berkurang 6 menjadi 12.726 orang

30 September : berkurang 409 menjadi 12.317 orang

1 Oktober : bertambah 23 menjadi 12.340 orang

2 Oktober : bertambah 260 menjadi 12.600 orang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
Dua Kelompok Warga Tawuran di Dekat Pintu Air Manggarai

Dua Kelompok Warga Tawuran di Dekat Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat 72 persen Dalam Sepekan, Ada Apa?

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat 72 persen Dalam Sepekan, Ada Apa?

Megapolitan
Saat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Karena Faskes Penuh . . .

Saat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Karena Faskes Penuh . . .

Megapolitan
Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Covid-19 Jakarta Tersisa 63

Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Covid-19 Jakarta Tersisa 63

Megapolitan
Tangis Tak Henti dan Kenangan Rekan Sejawat di Pemakaman Pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika

Tangis Tak Henti dan Kenangan Rekan Sejawat di Pemakaman Pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X