Demo Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Tangsel Ricuh, Massa dan Aparat Saling Dorong

Kompas.com - 08/10/2020, 18:37 WIB
Kemacetan di Jalan Raya Jakarta-Bogor kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (7/10/2020) DOKUMENTASI PRIBADIKemacetan di Jalan Raya Jakarta-Bogor kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (7/10/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Massa mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, bentrok dengan petugas TNI-Polri dan Satpol PP.

Bentrokan terjadi karena demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Cipayung-Plus Tangerang Selatan itu berupaya merangsek masuk ke Gedung DPRD.

Terdengar koordinator lapangan melalui mobil orator menyerukan agar massa agar masuk ke area gedung, menyusul tidak adanya perwakilan Anggota DPRD yang menemui demonstran.

Baca juga: Shelter Transjakarta di Dekat Bundaran HI Dibakar Massa

Namun, petugas Satpol PP Tangerang Selatan yang berjaga berupaya menghadang massa aksi tersebut agar tetap berada di area luar gedung.

"Revolusi, revolusi!" teriak massa mahasiswa sambil berupaya mendekati gerbang masuk gedung DPRD Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2020).

Aparat TNI-Polri dan Satpol PP yang berjaga pun merapatkan barisannya untuk menghadang para demonstran. Alhasil, aksi saling dorong pun tak terelakan.

Baca juga: Selain Bundaran HI, Stasiun MRT Dukuh Atas Juga Dihentikan Sementara Imbas Demo Tolak UU Cipta Kerja

Menyusul aksi saling dorong itu, ketua DPRD Tangerang Selatan pun bersedia menemui massa aksi dan mengizinkan mereka masuk ke area parkir.

Salah satu orator dari Cipayung-Plus Tangerang Selatan Ramadhan menyampaikan, DPR dan Pemerintah tidak peka terhadap kesejahteraan rakyat dengan mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja.

Selain itu, dia menilai bahwa pemerintah juga tidak serius mengurusi permasalahan pandemi Covid-19.

"Justru membuat regulasi yang merugikan buruh dan rakyat. Tetapi, justru membuat regulasi yang menguntungkan investor dan pengusaha," ujar Ramadhan. (Tribun Jakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Geruduk Gedung DPRD Tangsel, 100 Lebih Mahasiswa Bentrok dengan Aparat".




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 3 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 307 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Kamis, 1.000 Sopir Angkot di Kota Tangerang Akan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Bocah 4 Tahun yang Sendirian di Pinggir Jalan Fatmawati Bertemu Ibunya di Polsek Cilandak

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, Total 7.802 Kasus Covid-19

Megapolitan
Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Sejumlah Guru di Tangsel Berharap KBM Tatap Muka Digelar Juli 2021

Megapolitan
Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Kontroversi Vaksinasi Keluarga Anggota Dewan, DPRD Klaim Perlu tetapi Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Karyawati Korban Pelecehan Seksual oleh Bos di Ancol Bertambah Menjadi 4 Orang

Megapolitan
UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

UPDATE 3 Maret: DKI Jakarta Catat Penambahan 1.437 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X