Kronologi Bentrokan 9 Jam di Jakarta, Massa Anarkistis Merusak Ibu Kota

Kompas.com - 09/10/2020, 07:28 WIB
Suasana Halte MRT Bundaran HI yang terbakar di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Halte MRT Bundaran HI yang terbakar di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020)

Ada pula massa yang berbaris memanjang menutup sebagian Jalan Abdul Muis mengarah ke Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka membawa sejumlah sepanduk berwarna putih dengan tulisan yang merepresentasikan kekecewaan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja.

"Rapatkan barisan. Yang masih di luar silahkan masuk barisan," ujar seorang orator kepada demonstran dengan pengeras suara.

Setelah semua berbaris, massa berjalan secara perlahan kembali mengarah Bundaran Patung Kuda.

Sementara massa lain yang masih menggunakan almamater kampus masing-masing mencoba menghindari kepulan gas air mata.

Pukul 18.00 - 19.00 WIB

Selang 1 jam, bentrokan di Simpang Harmoni masih terjadi dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Massa bahkan kian anarkistis seiring gas air mata yang terus ditembak polisi ke arah mereka. 

Massa bahkan merusak sejumlah fasilitas publik seperti pos polisi Harmoni dan pos polisi polisi di dekat Patung Arjuna Wiwaha.

Tak berhenti sampai di situ. Massa terus menyebar hingga kawasan Tugu Tani, Bundaran Hotel Indonesia, dan menyebar masuk ke kompleks Balai Kota.

Perusakan fasilitas umum terus terjadi di antaranya kantor Kementerian ESDM, Halte Transjakarta Bundaran HI dan Sarinah dibakar. Pos polisi Tugu Tani juga jadi sasaran pembakaran.

Massa mulai tak terkendali, sementara polisi hanya menembakkan gas air mata di sekitar Simpang Harmoni hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Arus lalu lintas ditutup. Polisi terus memaksa massa untuk membubarkan diri.

Pukul 19.30 - 20.00 WIB

Bentrokan di kawasan Simpang Harmoni hingga Bundaran HI mulai mereda. Pasukan oranye mulai membersihkan puing-puing fasilitas publik yang dirusak massa.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga meninjau fasilitas publik yang dirusak massa.

Pukul 22.00 - 22.30 WIB

Bentrokan kembali memanas. Kali ini, bentrokan dilakukan oleh massa yang membubarkan diri dari Simpang Harmoni dan menyebar ke daerah lain seperti kawasan Senen dan Semanggi.

Pukul 22.30 WIB, massa yang sebelumnya terpecah kembali datang dari arah Bundaran Senayan menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Mereka membuat kericuhan dengan melempari baru ke petugas kepolisian yang berjaga dari berbagai arah.

Polisi menembakan gas air mata untuk memukul mundur massa. Hal ini membuat massa berlarian ke arah Bundaran Senayan.

Polisi terus maju dan memukul mundur massa untuk membubarkan aksi dari kawasan Semanggi.

Aksi kericuhan ini menjadi tontonan pengendara karena sebelumnya jalan telah dibuka untuk kendaraan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, pos polisi di bawah flyover Senen, halte Transjakarta Senen, hingga bekas gedung bioskop di kawasan Senen juga dibakar massa.

Arus lalu lintas di sekitar pos polisi terpantau padat, sebab terdapat kerumunan massa di bawah flyover Senen.

Massa tak hanya merusak fasilitas publik, tetapi juga membakar mobil berjenis Honda Stream yang tengah melintas di depan Hotel Treva, Cikini, Jakarta Pusat.

Polisi terus berpencar untuk membubarkan massa. Kondisi di Ibu Kota baru kondusif mulai pukul 23.30 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 24 Januari: Bertambah 93, Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 4.883

UPDATE 24 Januari: Bertambah 93, Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 4.883

Megapolitan
IDI Jakarta Sebut PPKM Periode Pertama Belum Efektif Kurangi Kasus Covid-19

IDI Jakarta Sebut PPKM Periode Pertama Belum Efektif Kurangi Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 24 Januari: Jakarta Catat 3.512 Kasus Positif Covid-19, Kasus Aktif Tembus 24.224

UPDATE 24 Januari: Jakarta Catat 3.512 Kasus Positif Covid-19, Kasus Aktif Tembus 24.224

Megapolitan
Daftar 49 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridenfikasi

Daftar 49 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridenfikasi

Megapolitan
Banjir Mulai Surut, Ruas Jalan di Bekasi Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Mulai Surut, Ruas Jalan di Bekasi Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Megapolitan
Minggu Sore, 10 Lokasi di Jakut dan Jaktim Tergenang Air

Minggu Sore, 10 Lokasi di Jakut dan Jaktim Tergenang Air

Megapolitan
Banjir Melanda 6 Kecamatan di Bekasi, Ketinggian Air Sempat Mencapai 1,2 Meter di Pondok Gede

Banjir Melanda 6 Kecamatan di Bekasi, Ketinggian Air Sempat Mencapai 1,2 Meter di Pondok Gede

Megapolitan
Tiga Hari Dibuka, Sudah 86 Jenazah Dimakamkan di TPU Bambu Apus dengan Protap Covid-19

Tiga Hari Dibuka, Sudah 86 Jenazah Dimakamkan di TPU Bambu Apus dengan Protap Covid-19

Megapolitan
Hujan Deras, Beberapa Perumahan dan Ruas Jalan di Bekasi Banjir

Hujan Deras, Beberapa Perumahan dan Ruas Jalan di Bekasi Banjir

Megapolitan
Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Jagakarsa 312 Kasus

Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Jagakarsa 312 Kasus

Megapolitan
Hujan Deras Sejak Minggu Pagi, 10 Lokasi di Jakarta Tergenang Air

Hujan Deras Sejak Minggu Pagi, 10 Lokasi di Jakarta Tergenang Air

Megapolitan
Imbas RS Penuh, Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga di Tangsel Meningkat

Imbas RS Penuh, Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga di Tangsel Meningkat

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, Wagub DKI Sampaikan Belasungkawa

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, Wagub DKI Sampaikan Belasungkawa

Megapolitan
Ruang ICU Penuh, Wakil Wali Kota Tangsel: Masyarakat Jangan Sakit

Ruang ICU Penuh, Wakil Wali Kota Tangsel: Masyarakat Jangan Sakit

Megapolitan
PPKM di Tangsel Belum Maksimal, Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Tak Sesuai Target

PPKM di Tangsel Belum Maksimal, Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Tak Sesuai Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X