Belum Dijemput Keluarga, Puluhan Pelajar yang Hendak Demo Masih Ditahan Polres Tangsel

Kompas.com - 09/10/2020, 12:48 WIB
Sejumlah pelajar di Tangerang Selatan ditangkap polisi saat berangkat demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Dokumentasi Humas Polres TangselSejumlah pelajar di Tangerang Selatan ditangkap polisi saat berangkat demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sejumlah pelajar yang ditangkap polisi saat ingin mengikuti aksi demonstrasi tolak Undang-Undang Cipta Kerja masih ditahan di Polres Tangerang Selatan.

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra mengatakan, total ada 93 pelajar yang ditangkap pada Kamis (8/10/2020) kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya memastikan bahwa seluruh pelajar yang diamankan tersebut tidak terlibat tindak pidana apapun.

"Sudah kita tetapkan tidak ada unsur pidana disitu. Sajam (senjata tajam) tidak, hal lain pun tidak ada," ujar Angga kepada Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: 93 Pelajar di Tangsel Ditangkap Polisi Saat Hendak Demo UU Cipta Kerja di Istana Negara

Mereka, kata Angga, hanya ingin mengikuti unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Meski tidak ada pelanggaran unsur pidana, para pelajar tersebut masih ditahan dan tidak akan dipulangkan sebelum ada pihak keluarga yang menjemput.

"Kami tidak mau memulangkan mereka tanpa dijemput oleh orangtua. Jadi mereka itu bisa pulang terganggu kapan orangtuanya datang," ungkapnya.

Menurut Angga, para pelajar baru akan dilepaskan apabila ada pihak keluarga yang menjemput dan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) kepada petugas.

Dokumen tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa pihak yang bersangkutan benar-benar orangtua atau pihak keluarga dari pelajar.

"KTP dan Kartu Keluarga untuk memastikan mereka orang tua yang sah. Jangan sampai ada joki atau yang berpura-pura sebagai orang tua untuk memulangkan mereka," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 93 pelajar ditangkap Polres Tangerang Selatan ketika hendak berangkat ke Istana Negara, Jakarta untuk ikut demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Para pelajar tersebut diadang dan ditangkap petugas kepolisian agar tidak mengikuti aksi demo di Jakarta karena berpotensi menimbulkan kekacauan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Megapolitan
Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Megapolitan
Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Megapolitan
Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Megapolitan
Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Megapolitan
Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Jakpus dan Jakut Dilarang Buka 3x24 Jam

Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Jakpus dan Jakut Dilarang Buka 3x24 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X