6 Pos Polisi di Jakpus Rusak, Polisi Bangun Tenda Darurat untuk Atur Lalu Lintas

Kompas.com - 09/10/2020, 15:39 WIB
Pos Polisi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha dibakar oleh massa aksi tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). KOMPAS.com/ISA BUSTOMIPos Polisi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha dibakar oleh massa aksi tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pos polisi di wilayah Jakarta Pusat rusak imbas ricuhnya aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis, (8/10/2020) kemarin.

Satlantas Polres Jakarta Pusat pun berencana membangun tenda sementara untuk petugas kepolisian yang berjaga di lokasi pos polisi yang dirusak.

"Sementara kami akan bangun tenda di lokasi dan secepatnya diperbaiki nanti," ujar Kasatlantas Polres Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi, saat dikonfirmasi Jumat (9/10/2020).

Lilik mengatakan, setidaknya ada enam pos polisi di wilayah Jakarta Pusat yang mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan petugas untuk sementara waktu.

Baca juga: 23 Polisi Luka saat Rusuh Demo di Jakarta, 4 Orang Masih Dirawat di RS Kramat Jati

Lima di antaranya mengalami rusak berat karena hangus terbakar, sementara satu pos polisi rusak ringan karena dipecahkan kaca-kacanya.

"Kita ada enam pos polisi yang rusak. Lima itu rusak berat, berarti terbakar. Satu rusak ringan, kaca-kacanya dipecah," ungkapnya.

Menurut Lilik, lima pos polisi di Jakarta Pusat yang hangus terbakar antara lain Tugu Tani, Simpang Lima Senen, Cut Meuthia Menteng, Roxi dan Megaria.

Sementara satu pos polisi yakni Pos Corolus mengalami rusak ringan karena dipecahkan kaca jendelanya.

Baca juga: 18 Pos Polisi Dirusak dan Dibakar Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja yang Berakhir Rusuh di Jakarta

"Carolus ringan. Kacanya saja pecah-pecah," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Lilik, pihaknya sudah mulai membangun tenda darurat untuk petugas yang berjaga di enam pos polisi yang mengalami kerusakan tersebut.

"Yang di Patung Tugu Tani kami sudah kirim tenda. Sisanya sedang proses distribusi," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

Megapolitan
Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Megapolitan
 Jumlah Kasus Covid-19 di Depok Sudah Lebih dari 25.000

Jumlah Kasus Covid-19 di Depok Sudah Lebih dari 25.000

Megapolitan
Kasus Covid-19 dan Kematian Makin Tinggi, Kenapa Kita Pilih Abai?

Kasus Covid-19 dan Kematian Makin Tinggi, Kenapa Kita Pilih Abai?

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Diprakirakan Hujan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Diprakirakan Hujan Hari Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X