Kompas.com - 09/10/2020, 17:26 WIB
Tiga orang wartawan pers mahasiswa GEMA Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dikabarkan hilang sejak pukul 11.45 siang tadi, ketika meliput demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020). Ketiganya yakni Ajeng Putri, Dharmajati, dan Muhammad Ahsan Zaki. Mereka terakhir mengabarkan posisi di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dok. GEMA PNJTiga orang wartawan pers mahasiswa GEMA Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dikabarkan hilang sejak pukul 11.45 siang tadi, ketika meliput demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020). Ketiganya yakni Ajeng Putri, Dharmajati, dan Muhammad Ahsan Zaki. Mereka terakhir mengabarkan posisi di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga orang wartawan pers mahasiswa GEMA PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) yang ditangkap polisi kemarin siang saat meliput demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Istana Merdeka, saat ini masih ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Ketiganya dibawa tanpa surat penangkapan dan penahanan sampai sekarang di ditreskrimsus.

Kuasa hukum dari LBH Pers, Nurmalasari berujar, polisi menggunakan aneka dalih untuk membenarkan penahanan mereka, kendati sudah lebih dari 24 jam.

Baca juga: Penahanan 3 Anggota Pers Mahasiswa GEMA PNJ Saat Liput Demo Dianggap Cacat Hukum

Polisi, kata dia, beralasan penangkapan atas izin pimpinan hingga kepentingan pendataan.

"Dalihnya adalah 'kami tidak bisa melakukan itu karena kami berdasarkan pimpinan yang sedang rapat'," ujar Nurmalasari ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

"Bukan soal pendataan. Untuk didata dan ditahan pun harus ada dasar, apa dasarnya? Kan tidak bisa orang main ditahan begitu toh? Mereka tetap bilang tidak bisa (dibebaskan)," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nurmalasari menyebutkan, selain melanggar ketentuan karena menahan seseorang tanpa dasar hukum selama lebih dari 24 jam, polisi juga tak berhak menangkap wartawan yang sedang melakukan pekerjaan jurnalistik.

Perlindungan hukum terhadap kerja jurnalistik yang dilakukan pers jelas diamanatkan oleh undang-undang, yakni dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Mereka menggunakan semua identitas pers. Ada kartu, baju, semua ada. Apa dasar hukum mereka menahan anak-anak pers?" tambah Nurmalasari.

Sebelumnya, 3 mahasiswa wartawan GEMA PNJ sempat dilaporkan hilang kontak sejak kemarin siang sebelum diketahui ditahan Polda Metro Jaya.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Menurun 5 Hari Terakhir, IGD Sudah Kosong

Jumlah Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Menurun 5 Hari Terakhir, IGD Sudah Kosong

Megapolitan
Pemprov DKI Latih 895 CPNS Jadi Tracer Digital untuk Lacak Covid-19

Pemprov DKI Latih 895 CPNS Jadi Tracer Digital untuk Lacak Covid-19

Megapolitan
Warga Cengkareng Dianiaya Tetangga hingga Meninggal karena Anjingnya Buang Kotoran Sembarangan

Warga Cengkareng Dianiaya Tetangga hingga Meninggal karena Anjingnya Buang Kotoran Sembarangan

Megapolitan
Insentif Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 di Tangsel Belum 100 Persen Cair

Insentif Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 di Tangsel Belum 100 Persen Cair

Megapolitan
Pemkot Tangsel Didesak Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Pemkot Tangsel Didesak Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
Seorang Perempuan Dibunuh di Jagakarsa, Pelaku Diduga Suaminya

Seorang Perempuan Dibunuh di Jagakarsa, Pelaku Diduga Suaminya

Megapolitan
Beroperasi Sejak Juni 2021, Pemalsu Surat Hasil PCR buat Syarat Perjalanan Ditangkap

Beroperasi Sejak Juni 2021, Pemalsu Surat Hasil PCR buat Syarat Perjalanan Ditangkap

Megapolitan
Jusuf Hamka, Pengusaha yang Ingin Jadi Mother Teresa Versi Jakarta

Jusuf Hamka, Pengusaha yang Ingin Jadi Mother Teresa Versi Jakarta

Megapolitan
Herman Hanafi Diangkat Jadi Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi

Herman Hanafi Diangkat Jadi Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Sebatang Kara Meninggal di Rumahnya

Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Sebatang Kara Meninggal di Rumahnya

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Naikkan Jumlah Testing Covid-19 Jadi 4.300 Orang Sehari

Pemkot Tangerang Akan Naikkan Jumlah Testing Covid-19 Jadi 4.300 Orang Sehari

Megapolitan
Diduga Terjatuh, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Tebet

Diduga Terjatuh, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Tebet

Megapolitan
Soal Aturan Makan 20 Menit, Anies: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong

Soal Aturan Makan 20 Menit, Anies: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong

Megapolitan
Pengusaha Jusuf Hamka Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan ke Pasien Covid-19 yang Isoman

Pengusaha Jusuf Hamka Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan ke Pasien Covid-19 yang Isoman

Megapolitan
Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X