Kompas.com - 12/10/2020, 15:17 WIB
Sejumlah pelajar di Tangerang Selatan ditangkap polisi saat berangkat demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Dokumentasi Humas Polres TangselSejumlah pelajar di Tangerang Selatan ditangkap polisi saat berangkat demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

TANGSEL, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten, minta pihak sekolah lebih aktif berkomunikasi dengan para orangtua murid untuk bersama-sama memantau keberadaan siswa saat jam pelajaran saat belajar jarak jauh seperti saat ini.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pelajar ikut dalam aksi demonstrasi, seperti aksi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung beberapa waktu terakhir.

"Kamis sudah berkoordinasi dengan para kepala sekolah agar mengimbau guru-guru dan orangtua lebih mengawasi dan memantau anak-anaknya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Taryono, kepada Kompas.com, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law di Banten, 270 Pelajar Diamankan, 1 Orang Kedapatan Bawa Narkoba

Menurut Taryono, para guru sudah cukup baik dalam menjalankan proses belajar secara jarak jauh di tengah masa pandemi Covid-19. Namun, pengawasan terhadap aktivitas dan keberadaan siswa menjadi kendala karena pengajar tidak langsung berhadapan dengan para siswa.

"Tentu ini kendalanya lebih intensitas guru memantau siswa, wali kelas membina anak kelasnya," kata dia.

Karena itu, perlu ada kerjasama pihak sekolah dan orangtua agar aktif berkomunikasi dan bekerja sama untuk mengawasi para siswa, terutama di tengah larangan kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi satu kepsek (kepala sekolah) memantau keseluruhan secara umum, kedua wali kelas memantau siswa binaannya, tiga kerjasama dengan para orangtua dalam rangka mengawasi dan memastikan putra putrinya belajar di rumah," ujar dia.

Taryono sebelumnya mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan secara tegas melarang para siswa mengikuti demonstrasi karena tidak berhubungan langsung dengan pembelajaran saat ini.

"Jangan ikut-ikutan kegiatan, kayak demo yang tidak secara langsung berhubungan dengan pembelajaran saat ini," ujarnya.

Sebanyak 93 pelajar ditangkap Polres Tangerang Selatan ketika para pelajar itu hendak berangkat ke Istana Negara, Jakarta, untuk ikut demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis lalu.

Para pelajar tersebut diadang dan ditangkap petugas kepolisian agar tidak mengikuti aksi demo di Jakarta karena berpotensi menimbulkan kekacauan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Penumpang Mobil Pajero Sport Buang Sampah ke Kali di Jagakarsa

Viral, Penumpang Mobil Pajero Sport Buang Sampah ke Kali di Jagakarsa

Megapolitan
Rekor Baru Penambahan Covid-19 di Jakarta, Tembus 4.737 Kasus per Hari

Rekor Baru Penambahan Covid-19 di Jakarta, Tembus 4.737 Kasus per Hari

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Terisi 100 Persen

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Terisi 100 Persen

Megapolitan
Anies: Seluruh Kegiatan di Jakarta Harus Tutup Pukul 9 Malam

Anies: Seluruh Kegiatan di Jakarta Harus Tutup Pukul 9 Malam

Megapolitan
Polisi Klaim Pernah Tangani Kasus Dugaan Pungli di Pondok Aren

Polisi Klaim Pernah Tangani Kasus Dugaan Pungli di Pondok Aren

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid -19, Dinkes Kota Bekasi Tambah 1 Hall Isolasi di Stadion Patriot

Antisipasi Lonjakan Covid -19, Dinkes Kota Bekasi Tambah 1 Hall Isolasi di Stadion Patriot

Megapolitan
Rumah Kosong di Kota Tangerang Dibobol Pencuri, Tabungan untuk Beli Mobil Hilang

Rumah Kosong di Kota Tangerang Dibobol Pencuri, Tabungan untuk Beli Mobil Hilang

Megapolitan
Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Megapolitan
3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

Megapolitan
Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Akan Pusatkan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Satu Titik

Wali Kota Bekasi Akan Pusatkan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Satu Titik

Megapolitan
Pemerintah Masih Punya Utang Rp 11 Triliun ke Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Masih Punya Utang Rp 11 Triliun ke Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Anggota Ormas di Pondok Aren Usai Surat Keluhan Pedagang Viral

Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Anggota Ormas di Pondok Aren Usai Surat Keluhan Pedagang Viral

Megapolitan
Keterisian Wisma Atlet Tembus 78,6 Persen, Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Isolasi

Keterisian Wisma Atlet Tembus 78,6 Persen, Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Isolasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X