Ini Aturan Naik Bus DAMRI Bandara Soekarno-Hatta Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 12/10/2020, 17:03 WIB
Armada bus sehat Damri yang melayani rute dari dan menuju Jakarta. Dokumentasi DamriArmada bus sehat Damri yang melayani rute dari dan menuju Jakarta.

TANGERANG, KOMPAS.com - Komunikasi Korporasi dan Protokol Perum DAMRI Harys Kristanto mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penumpang bus DAMRI sebelum melakukan perjalanan.

"Tentunya sih yang pertama mereka harus sehat ya," kata Harys saat dihubungi melalui telepon, Senin (12/10/2020).

Suhu tubuh penumpang akan diukur satu persatu. Apabila suhu di atas 37,3 derajat, penumpang tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Baca juga: PSBB Transisi, Operasional Bus DAMRI Bandara Soekarno-Hatta Kembali Normal

Bagi yang lolos dari pengecekan suhu tubuh, kata Harys, penumpang wajib mengenakan masker selama dalam perjalanan.

"Dan menjaga jarak minimal satu sampai satu setengah meter," kata dia.

Ketika memasuki bus, petugas DAMRI juga akan memberikan cairan hand sanitizer untuk digunakan penumpang.

"Jadi sebelum naik bus penumpang akan menggunakan hand sanitizer dulu, atau pun di beberapa pool ada tempat cuci tangan," kata dia.

Syarat rapid test tidak diperlukan untuk perjalanan jarak dekat seperti perjalanan dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

Namun, lanjut Harys, disarankan agar penumpang memiliki hasil rapid test, karena rapid test juga akan diperiksa saat keberangkatan menggunakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kita sarankan kepada penumpang untuk rapid, karena kan di Bandara mereka melakukan penerbangan, dan rapid test akan diperiksa juga," ujar dia.

Selain aturan tersebut, Harys juga menjelaskan DAMRI sudah mengatur tempat duduk yang boleh ditempati oleh penumpang mereka.

Sesuai aturan pemerintah, kata Harys, penumpang tidak diizinkan untuk duduk bersebelahan dalam satu baris kursi.

Baca juga: Naik Damri Harus Bawa Hasil Rapid Test atau PCR

Meskipun penumpang yang ingin duduk bersebelahan merupakan satu keluarga dan satu domisili.

"Meskipun satu keluarga kami sarankan untuk pisah tempat duduk. Kalau depan-belakang masih diizinkan. Tapi kalau untuk sebelahan memang tidak boleh," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X