Kompas.com - 13/10/2020, 10:08 WIB
Petugas mengangkat material turap yang longsor di Jalan Damai 2 RT 04/RW 012, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta pada Senin (12/10/2020) sore. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPetugas mengangkat material turap yang longsor di Jalan Damai 2 RT 04/RW 012, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta pada Senin (12/10/2020) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Turap milik perumahan Melati Residence di Jalan Damai 2 RT 04/RW 012, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, longsor pada Sabtu (10/10/2020) sekitar pukul 18.05 WIB.

Material longsoran turap tersebut membuat anak Kali Setu tersumbat bebatuan dan tanah,. Imbasnya, perumahan warga banjir hingga setinggi 1,5 meter, longsor juga menimpa sejumlah rumah warga.

Sejak Sabtu (10/10/2020) malam pascalongsor, proses awal yang dilakukan adalah evakuasi warga yang terdampak.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Jalan Damai Ciganjur, Satu Orang Meninggal dan Dua Luka-luka

Pada keesokan harinya, yaitu Minggu (11/10/2020) pagi, sejumlah alat berat mulai didatangkan.

Berikut rangkuman penanganan longsor dan banjir di Jalan Damai 2 Ciganjur, Jagakarsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Tutup turap dengan terpal

Awal penanganan longsornya turap adalah menutup area longsor dengan terpal. Terpal dibentangkan di area turap agar mencegah terjadinya longsor susulan.

2. Memasang garis polisi

Polsek Jagakarsa memasang garis polisi memanjang dari arah kiri ke kanan di sisi bagian atas turap.

Garis polisi dipasang sebagai tanda agar tak banyak warga yang melintas di area turap yang berbahaya.

3. Membuat jalan untuk ekskavator

Sudin Sumber Daya Air membuat jalan sementara untuk ekskavator turun. Cara ini dilakukan lantaran akses utama Jalan Damai 2 yang sempit.

Baca juga: Cerita Korban Banjir di Ciganjur, Turap Longsor hingga Bah Setinggi 1,5 Meter

4. Kerahkan alat berat

Sudin Sumber Daya Air DKI Jakarta mengerahkan tiga alat berat berupa ekskavator untuk mengeruk dan mengangkat material longsror. Alat berat juga digunakan untuk memecah puing-puing material longsor yang masih ada.

5. Pompa air portable

Dua pompa portable difungsikan untuk menyedot air anak Kali Setu yang tertutup material longsor.

Air disedot agar tak menyebabkan banjir di perkampungan warga.

Salah satu petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Ugi mengatakan bahwa air disedot dan dialirkan ke kali di bagian belakang perkampungan warga.

Baca juga: Pemprov DKI Pasang Mobil Pompa dan Alat Berat untuk Tangani Banjir di Ciganjur

“Ini pompa sudah dari kemarin. Cuma memang air kalinya masih deras,” kata Ugi saat ditemui di lokasi, Senin (12/10/2020) siang.

Adapun dua pompa tersebut dioperasikan di anak Kali Setu. Di pompa, ada dua selang sepanjang 100 meter yang digunakan untuk mengalirkan air.

6. Hancurkan sebagian rumah

Sebagian rumah yang rusak akibat terkena material longsor turap dihancurkan. Rumah dihancurkan menggunakan alat berat.

Setelah rumah dihancurkan, petugas kemudian membuat sodetan kali untuk mengalirkan air.

7. Memasang kayu dolken

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan dan Jagakarsa memasang kayu dolken di tempat longsornya turap.

Pemasangan kayu dolken dilakukan untuk menahan tanah agar tak ada longsor susulan.

Baca juga: Petugas SDA Pasang Kayu Dolken dan Karung di Turap Melati Residence Ciganjur

“Kayu dolken itu buat penahan tanah yang di atas supaya enggak longsor. Jadi kita tahan dengan manual pakai kayu dolken,” ujar Kepala Satuan Pelaksana Suku Dinas Sumber Daya Air Jagakarsa, Erna Yuni Nurani saat ditemui di lokasi pengerukan anak Kali Setu, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta, Senin (12/10/2020) malam.

Sudah lebih dari 300 batang kayu dolken yang dipasang. Kayu dolken juga akan ditambah untuk menahan struktur tanah.

8. Sinergi antarinstansi

Sinergi antar instansi dilakukan untuk menangani longsor dan banjir.

Sejak Sabtu hingga Senin, sudah banyak instansi yang turun untuk menangani banjir seperti petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Penanganan longsor dan banjir dilakukan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Sektor Jagakarsa, dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, pihak Kecamatan Jagakarsa, dan Polsek Jagakarsa.

Ada juga Pramuka, TNI, dan unsur-unsur relawan lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.