Kapolrestro Tangerang: Pelajar yang Diamankan karena Ikut Demo Terancam Sulit Dapat Kerja

Kompas.com - 13/10/2020, 12:06 WIB
Sejumlah pelajar di Tangerang Selatan ditangkap polisi saat berangkat demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Dokumentasi Humas Polres TangselSejumlah pelajar di Tangerang Selatan ditangkap polisi saat berangkat demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, pelajar yang ikut dalam aksi demonstrasi akan terekam dalam catatan kepolisian.

Hal tersebut akan mempersulit pelajar yang mengikuti aksi demonstrasi untuk mendapatkan pekerjaan di masa depan.

"Mereka yang sudah diamankan akan ter-record di Intel dan ini menjadi catatan tersendiri ketika mereka mau mencari pekerjaan," ujar dia dalam keterangan suara, Selasa (13/10/2020).

Untuk itu, kata Sugeng, orangtua harus memperhatikan anak-anak mereka yang masih pelajar untuk tidak mengikuti aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

Baca juga: Disdik Kota Tangerang Akan Terbitkan Larangan Siswa SMP Ikut Demo

"Ini tolong menjadi perhatian orangtua untuk memperhatikan hal ini. Ini akan menyulitkan adik-adik (pelajar) nanti ketika mau lulus juga," kata dia.

Sugeng mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Kota Tangerang untuk melarang pelajar mengikuti aksi demonstrasi.

"Saya sampaikan kita sudah koordinasi dengan diknas, di dalam pembelajaran melalui daring agar menyampaikan ke ortu masing-masing untuk memberikan imbauan untuk tidak ikut," kata dia.

Begitu juga dengan orangtua, kata Sugeng, untuk bersama-sama menjaga anak mereka agar jangan sampai mengikuti aksi demonstrasi dan melakukan perbuatan anarkistis.

Seperti diketahui hari ini kembali terjadi aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan setidaknya ada 12.000 personel yang telah disiapkan untuk pengamanan massa.

"Pasukan 12.000 pengamanan terdiri dari Polri dan TNI dan Pemprov," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Megapolitan
Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Megapolitan
Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Megapolitan
Pemeriksaan Ahli Forensik dalam Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Dilanjut 31 Mei

Pemeriksaan Ahli Forensik dalam Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Dilanjut 31 Mei

Megapolitan
Dea 'Onlyfans' Mengaku Sudah 4 Kali Mencoba Bunuh Diri

Dea "Onlyfans" Mengaku Sudah 4 Kali Mencoba Bunuh Diri

Megapolitan
Gasak Rp 17 Juta dari Minimarket di Senen, Perampok Todongkan Pisau dan Ikat Karyawan di Gudang

Gasak Rp 17 Juta dari Minimarket di Senen, Perampok Todongkan Pisau dan Ikat Karyawan di Gudang

Megapolitan
Polemik KDS, DPRD Kota Depok Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota

Polemik KDS, DPRD Kota Depok Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota

Megapolitan
Oditur Militer Pastikan Tidak Akan Mengubah Tuntutan Pidana Seumur Hidup kepada Kolonel Priyanto

Oditur Militer Pastikan Tidak Akan Mengubah Tuntutan Pidana Seumur Hidup kepada Kolonel Priyanto

Megapolitan
Parkir di Trotoar, Sejumlah Kendaraan di Jakarta Utara Diderek dan Pentilnya Dicabut

Parkir di Trotoar, Sejumlah Kendaraan di Jakarta Utara Diderek dan Pentilnya Dicabut

Megapolitan
Dua Orang Pencuri Sepeda Motor Terekam CCTV Saat Beraksi di Pademangan

Dua Orang Pencuri Sepeda Motor Terekam CCTV Saat Beraksi di Pademangan

Megapolitan
Ditanya soal Kesiapan Jakarta Menuju Endemi Covid-19, Begini Respons Wagub DKI

Ditanya soal Kesiapan Jakarta Menuju Endemi Covid-19, Begini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Dea 'OnlyFans' Rentan Sakit karena Hamil, Pengacara Minta Kliennya Tak Ditahan Kejaksaan

Dea "OnlyFans" Rentan Sakit karena Hamil, Pengacara Minta Kliennya Tak Ditahan Kejaksaan

Megapolitan
Wajib Lapor Kasus Pornografi, Dea 'OnlyFans' Disebut Sedang Hamil

Wajib Lapor Kasus Pornografi, Dea "OnlyFans" Disebut Sedang Hamil

Megapolitan
Ikuti Sidang Mafia Tanah, Kakak Nirina Zubir: Ada Pemain Figuran

Ikuti Sidang Mafia Tanah, Kakak Nirina Zubir: Ada Pemain Figuran

Megapolitan
Polisi Tangkap Nelayan Pencuri Motor, Pelaku Kelabui Korban dengan Modus Pinjam

Polisi Tangkap Nelayan Pencuri Motor, Pelaku Kelabui Korban dengan Modus Pinjam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.