PT Khong Guan dan Warga Ciracas Disebut Sedang Data Kerugian akibat Tembok Roboh yang Picu Banjir

Kompas.com - 13/10/2020, 14:19 WIB
Warga melintas di depan lokasi tembok roboh PT Khong Guan yang memicu banjir di RW08 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/20). ANTARA/HO-Kelurahan CiracasWarga melintas di depan lokasi tembok roboh PT Khong Guan yang memicu banjir di RW08 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/20).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Ciracas, Jakarta Timur, Rikia Marwan mengatakan, saat ini proses pendataan ganti rugi akibat robohnya tembok milik PT Khong Guan di Ciracas tengah berlangsung.

Warga melalui pengurus RW dan tim dari PT Khong Ghuan masih mendata apa saja barang yang rusak akibat banjir yang terjadi setelah tembok PT Khong Guan tersebut roboh.

“Infonya kan pihak RW sedang bentuk tim, mereka berkonsultasi dengan pihak Khong Guan, sudah dilayani, diantisipasi diawali dengan pendataan dulu,” kata Rikia saat dihubungi,Selasa (13/10/2020).

Hasil pendataan akan diserahkan kepada PT. Khong Guan. Jika daftar kerugian sudah disetujui kedua pihak, proses ganti rugi akan berjalan.

Pihak kelurahan, kata Rikia, hanya memastikan daftar ganti rugi yang sudah disetujui kedua belah pihak bisa dipenuhi PT Khong Guan.

Baca juga: Wali Kota Jaktim Minta Khong Guan Tanggung Jawab atas Banjir di Ciracas

“Setelah ada kesepatan, kami akan tetap mengingatkan kembali untuk kesepakatan itu dipenuhi,” ujar dia.

Peristiwa tembok roboh itu terjadi Sabtu lalu sekitar pukul 18.30 WIB, saat terjadi hujan deras yang mengguyur kawasan Ciracas.

Tembok yang membatasi pabrik PT Khong Guan dengan permukiman warga di RW 08 tiba-tiba roboh. Tembok berusia sekitar 30 tahun itu berdiri di atas saluran air yang menyempit dengan lebar sekitar 1,5 meter. Reruntuhan tembok kemudian menutupi saluran air.

Dampaknya, saluran meluap dan merendam sejumlah rumah. Sekitar 200 orang terdampak banjir di RT 05 dan RT 10 dengan ketinggian air 1,5 meter.

"Ada 200 warga yang terdampak, rumah dan dua kendaraan motor tertimpa tembok," kata Ketua RW 08 Ciracas, Herman.

Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) PT Khong Guan Biscuits, Yovie, beberapa kali dikontak Kompas.com untuk menanyakan masalah itu. Namun Yovie belum merespons pesan yang dikirim ke nomor kontaknya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 7 Orang Pembuat hingga Pemesan Surat PCR Palsu

Polisi Tangkap 7 Orang Pembuat hingga Pemesan Surat PCR Palsu

Megapolitan
TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Megapolitan
Tunggu Sidang MK, KPU Tangsel Belum Tetapkan Pasangan Terpilih

Tunggu Sidang MK, KPU Tangsel Belum Tetapkan Pasangan Terpilih

Megapolitan
Pembawa 5 Kg Sabu Ditangkap di Terminal Palembang Tujuan Jakarta, Polisi: Sudah 4 Kali Beraksi

Pembawa 5 Kg Sabu Ditangkap di Terminal Palembang Tujuan Jakarta, Polisi: Sudah 4 Kali Beraksi

Megapolitan
Penyelundup Sabu dari Palembang ke Jakarta Berpura-pura Jadi Penumpang Bus

Penyelundup Sabu dari Palembang ke Jakarta Berpura-pura Jadi Penumpang Bus

Megapolitan
KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak

KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak

Megapolitan
Wagub DKI: Jam Operasional Mal dan Restoran Diperpanjang atas Permintaan Pelaku Usaha

Wagub DKI: Jam Operasional Mal dan Restoran Diperpanjang atas Permintaan Pelaku Usaha

Megapolitan
7 Pekan Zona Merah, Depok Kini Berada di Zona Oranye Covid-19

7 Pekan Zona Merah, Depok Kini Berada di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, Pusat Perbelanjaan Boleh Beroperasi Lebih Lama dari Sebelumnya

PSBB Diperpanjang, Pusat Perbelanjaan Boleh Beroperasi Lebih Lama dari Sebelumnya

Megapolitan
Kala Anies Sebut Covid-19 Bukan Fiksi ketika Lonjakan Kasus Terus Terjadi

Kala Anies Sebut Covid-19 Bukan Fiksi ketika Lonjakan Kasus Terus Terjadi

Megapolitan
Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Megapolitan
Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X