Kompas.com - 13/10/2020, 17:15 WIB
Sejumlah Pelajar yang akan mengikuti aksi unjuk rasa terjaring razia di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020). Sebanyak 23 pelajar yang akan mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta diamankan oleh petugas Polisi dan TNI untuk selanjutnya dilakukan pembinaan. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah Pelajar yang akan mengikuti aksi unjuk rasa terjaring razia di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020). Sebanyak 23 pelajar yang akan mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta diamankan oleh petugas Polisi dan TNI untuk selanjutnya dilakukan pembinaan.
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Sebanyak 49 pelajar di Bekasi diamankan polisi saat hendak ikut aksi unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2020) kemarin.

Wakapolres Bekasi AKBP Alfian mengatakan, 49 pelajar diamankan pihak kepolisian di dua titik yakni di kawasan Stasiun Bekasi dan di Medan Satria.

"Ada yang SMP, SMA, dan SMK yang diamankan, saat ini didatakan dahulu di Polres," ujar Alfian saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Dia mengatakan, dari 49 pelajar tersebut tak ditemukan senjata tajam.

Baca juga: Massa Sempat Berusaha Serang Polisi yang Berjaga di Monas

Namun, polisi menemukan obat-obatan terlarang di salah satu pelajar.

Kini pihak kepolisian masih lakukan pendataan dan melakukan rapid test terhadap para pelajar yang diamankan tersebut.

"Kami masih dalami, saat ini didatakan lalu akan kita rapid," kata Alfian.

Alfian mengatakan, 49 pelajar yang diamankan tersebut akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Rabu besok.

"Setelah itu rencana akan kita ajak doa bersama agar pendemi berakhir, dan besok kita kembalikan kepada orangtuanya," tutur dia.

Sebelumnya, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian menyampaikan, pihaknya melakukan penyekatan di 11 titik perbatasan Kota Bekasi.

Baca juga: Polisi Sisir Massa Pedemo di Jalan Sabang

Penyekatan dilakukan untuk mencegah massa ke luar Kota Bekasi menggelar unjuk rasa menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

"Penyekatan akan dilakukan di 11 titik," ujar Alfian saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).

Alfian menyarankan agar massa menyampaikan aspirasinya ke Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD untuk nantinya diteruskan ke pemerintah pusat dan DPR.

"Iya betul, untuk cegah ke luar Kota Bekasi. Kita akan tampung aspirasi di sekitar sini aja, DPRD maupun di Pemkot supaya tidak terlalu padat ke Jakarta, jadi tidak terganggu aktivitas masyarakat. Jadi kalau mau aspirasi bisa di DPRD maupun ke Pemkot aja," kata Alfian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temu Kangen Anies-AHY di Balai Kota dan Kenangan Kemesraan dengan Demokrat di Masa Lalu

Temu Kangen Anies-AHY di Balai Kota dan Kenangan Kemesraan dengan Demokrat di Masa Lalu

Megapolitan
Incar Warung yang Ditinggal Mudik, Maling Panjat Tiang Listrik Lalu Gasak Uang dan 4 Bungkus Rokok

Incar Warung yang Ditinggal Mudik, Maling Panjat Tiang Listrik Lalu Gasak Uang dan 4 Bungkus Rokok

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Diputar Balik hingga Pekerja Pabrik Protes di Jalan Tol yang Ditutup

Hari Pertama Larangan Mudik, Ribuan Kendaraan Diputar Balik hingga Pekerja Pabrik Protes di Jalan Tol yang Ditutup

Megapolitan
Banjir di Cipinang Melayu, Mobil Pompa Dikerahkan untuk Sedot Air

Banjir di Cipinang Melayu, Mobil Pompa Dikerahkan untuk Sedot Air

Megapolitan
Update 6 Mei: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 208 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Update 6 Mei: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 208 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Detik-detik Longsor yang Timpa Rumah Warga di Jagakarsa, Terdengar Suara Gemuruh dari Plafon

Detik-detik Longsor yang Timpa Rumah Warga di Jagakarsa, Terdengar Suara Gemuruh dari Plafon

Megapolitan
Masuk Kota Bogor, Pendatang Wajib Jalani Tes Antigen

Masuk Kota Bogor, Pendatang Wajib Jalani Tes Antigen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemuda Arogan di Masjid Bekasi jadi Duta Masker | Protes Penyekatan Jalur Mudik

[POPULER JABODETABEK] Pemuda Arogan di Masjid Bekasi jadi Duta Masker | Protes Penyekatan Jalur Mudik

Megapolitan
Gara-gara Kerumunan Konser Musik, Manajemen Cibis Park dan Penyelenggara Bazaar Didenda Rp50 Juta

Gara-gara Kerumunan Konser Musik, Manajemen Cibis Park dan Penyelenggara Bazaar Didenda Rp50 Juta

Megapolitan
Mudik di Jabodetabek Dilarang, Wali Kota Tangerang: Kami di Lapangan Bingung

Mudik di Jabodetabek Dilarang, Wali Kota Tangerang: Kami di Lapangan Bingung

Megapolitan
Tahu Segala Modus, Polda Metro Pastikan Pemudik Tak Akan Lolos

Tahu Segala Modus, Polda Metro Pastikan Pemudik Tak Akan Lolos

Megapolitan
Masjid Kubah Emas Depok, Dibangun Megah Tanpa Hitung Biaya untuk Ingat Kebesaran Tuhan

Masjid Kubah Emas Depok, Dibangun Megah Tanpa Hitung Biaya untuk Ingat Kebesaran Tuhan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 7 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 7 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 7 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 7 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 7 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 7 Mei 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X