Semula 40, Kini 15 Per Hari, Pemakaman Terkait Covid-19 Kian Berkurang di TPU Pondok Ranggon

Kompas.com - 14/10/2020, 09:41 WIB
Foto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 menurunkan peti ke dalam liang lahat di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 menurunkan peti ke dalam liang lahat di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi, mengatakan bahwa jumlah jenazah terkait Covid-19 yang dimakamkan semakin sedikit.

Menurut Nadi, setiap hari jumlahnya semakin menurun. Semula bisa mencapai 40 jenazah per hari yang dimakamkan, sekarang berkisar 20 jenazah.

Hal tersebut dikatakan Nadi saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020).

"Alhamdulillah sudah mulai menurun. Kemarin (14/10/2020) jumlah jenazah 23 kalau tidak salah," kata dia.

Baca juga: Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Namun, Nadi tak merinci berapa banyak jenazah yang berstatus positif Covid-19 dan jenazah yang pemulasaraanya mengikuti protokol Covid-19.

Penurunan jumlah jenazah mulai dirasakan setelah 14 hari pemberlakuan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada September lalu.

Setiap hari jumlah pemakaman terkait Covid-19 terus menurun. Bahkan, angka terendah tercatat pada 11 Oktober 2020 lalu dengan jumlah pemakaman 15 jenazah sehari.

Baca juga: Anies Cek Ketersediaan Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Sabtu Malam

Menurut Nadi, pengetatan PSBB sangat berpengaruh pada penurunan jumlah kematian akibat Covid-19.

"Ya menurut saya pribadi perubahan berpengaruh besar. Soalnya sebelum PSBB kisaran 40," kata dia.

Nadi berharap, hal ini menjadi pertanda baik bahwa penyebaran Covid-19 di Jakarta mulai bisa ditekan. Sehingga angka kematian pun bisa diperkecil.

Baca juga: Anies Baswedan: Malam Telah Larut, Penggali Kubur Belum Akan Pulang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Megapolitan
Penculikan di Tebet, Pelaku Kesal karena Duga Korban Gelapkan Aset Perusahaan

Penculikan di Tebet, Pelaku Kesal karena Duga Korban Gelapkan Aset Perusahaan

Megapolitan
Depok Terima Lagi 63.500 Dosis Vaksin Covid-19

Depok Terima Lagi 63.500 Dosis Vaksin Covid-19

Megapolitan
Periode Januari-Maret 2021, 16.157 Orang di Jakut Ditindak karena Tak Pakai Masker Saat Beraktivitas

Periode Januari-Maret 2021, 16.157 Orang di Jakut Ditindak karena Tak Pakai Masker Saat Beraktivitas

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Tebet Diringkus Polisi, Motor hingga Korek Api Berbentuk Pistol Disita

Komplotan Pencuri di Tebet Diringkus Polisi, Motor hingga Korek Api Berbentuk Pistol Disita

Megapolitan
Sarana Jaya Tunggu Hasil Penyidikan KPK Soal Dugaan Korupsi pada Proyek Rusun DP Rp 0

Sarana Jaya Tunggu Hasil Penyidikan KPK Soal Dugaan Korupsi pada Proyek Rusun DP Rp 0

Megapolitan
Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Kantor MUI Tangsel, Bersembunyi Saat Akan Ditangkap

Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Kantor MUI Tangsel, Bersembunyi Saat Akan Ditangkap

Megapolitan
Mengenal Asal-usul Nama Jakarta, dari Sunda Kelapa hingga Batavia

Mengenal Asal-usul Nama Jakarta, dari Sunda Kelapa hingga Batavia

Megapolitan
Pemkot Tangerang Mulai Vaksinasi Covid-19 Lansia, Ini Prioritasnya

Pemkot Tangerang Mulai Vaksinasi Covid-19 Lansia, Ini Prioritasnya

Megapolitan
Perubahan Operasional MRT Jakarta Mulai 10 Maret, Kereta Tersedia Selang 5 Menit

Perubahan Operasional MRT Jakarta Mulai 10 Maret, Kereta Tersedia Selang 5 Menit

Megapolitan
Polisi: Kasus Sengketa Tanah yang Menyeret Wali Kota Bekasi Masih Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Polisi: Kasus Sengketa Tanah yang Menyeret Wali Kota Bekasi Masih Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Megapolitan
Hari Pertama Vaksinasi Covid-19 di Mal Lippo Puri Kembangan, Sejumlah Lansia Keluhkan Antrean

Hari Pertama Vaksinasi Covid-19 di Mal Lippo Puri Kembangan, Sejumlah Lansia Keluhkan Antrean

Megapolitan
Alumni Kolese Kanisius Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 2.500 Lansia

Alumni Kolese Kanisius Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 2.500 Lansia

Megapolitan
Disparekraf DKI Sebut Pembukaan Kembali TM Ragunan Masih Dibahas

Disparekraf DKI Sebut Pembukaan Kembali TM Ragunan Masih Dibahas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X