Jika Menang di Pilkada Tangsel, Siti Nur Azizah-Ruhamaben Beri Insentif untuk Guru Rp 600.000 per Bulan

Kompas.com - 14/10/2020, 18:16 WIB
Siti Nur Azizah (kiri) dan Ruhamaben saat mendatangi lokasi pengundian nomor urut pasangan calon Pilkada Tangerang Selatan 2020 di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (24/9/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaSiti Nur Azizah (kiri) dan Ruhamaben saat mendatangi lokasi pengundian nomor urut pasangan calon Pilkada Tangerang Selatan 2020 di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (24/9/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Siti Nur Azizah-Ruhamaben menjanjikan kucuran insentif untuk warga jika terpilih jadi pemimpin Tangsel.

Mereka menjanjikan dana insentif untuk para guru sebesar Rp 600.000 setiap bulannya.

Dana itu diberikan kepada para guru karena dinilai memberi andil dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) Tangerang Selatan.

Hal tersebut dirasa perlu karena banyak guru di Tangsel yang dianggap belum mendapat bantuan layak dari pemerintah.

Baca juga: Jika Menang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Janjikan Setiap Kecamatan Punya Rumah Sakit

“Jadi kita akan berikan insentif bagi guru-guru madrasah dan swasta Rp 600.000 per bulan. Itu sebagai salah satu bentuk apresiasi kita kepada tenaga pendidik yang sudah mengembangakan SDM di Kota Tangerang Selatan,” ucap Ruhamaben dalam pemaparan visi-misi, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, insentif juga akan diberikan ke setiap RT.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keberadaan RT dianggap perlu karena berada paling dekat dan memahami betul kondisi perekonomian serta kesehatan masyarakat.

Maka dari itu, koordinasi pihak RT kepada pemerintah daerah sangat perlu agar seluruh kondisi warga Tangsel bisa terpantau dengan baik.

“Untuk kita akan mengapresiasi mereka dengan mengembangkan insentif bagi mereka yaitu Rp 1 juta per bulan,” kata Ruhamaben.

Selain kucuran dana, fasilitas kesehatan juga tak luput dari perhatiannya.

Menurut Ruhamaben, masyarakat harus dimudahkan dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Maka dari itu, dia mencanangkan adanya minimal satu ambulans di setiap RW khusus untuk warga.

“Yang penting adalah adanya layanan yang cepat untuk masyarakat tingkat RW. Kita siapkan satu ambulans di setiap RW,” ucap dia.

Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat dalam segi perekonimian dan kesehatan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Kamar Isolasi Covid-19 di Graha TMII Terisi dalam 2 Hari, Tersisa 3

30 Kamar Isolasi Covid-19 di Graha TMII Terisi dalam 2 Hari, Tersisa 3

Megapolitan
Bertambah 300, Total Ada 7.356 Pasien Covid-19 Rawat Inap di Wisma Atlet

Bertambah 300, Total Ada 7.356 Pasien Covid-19 Rawat Inap di Wisma Atlet

Megapolitan
Agnez Mo Ajak Warga Jakarta untuk Vaksinasi Covid-19 di Klinik Miliknya secara Gratis

Agnez Mo Ajak Warga Jakarta untuk Vaksinasi Covid-19 di Klinik Miliknya secara Gratis

Megapolitan
Layanan KRL Dipastikan Tetap Beroperasi Normal Pukul 04.00-22.00 WIB

Layanan KRL Dipastikan Tetap Beroperasi Normal Pukul 04.00-22.00 WIB

Megapolitan
Senin, Penumpang KRL Akan Dites Acak, Positif Covid-19 Langsung Dilaporkan ke Satgas

Senin, Penumpang KRL Akan Dites Acak, Positif Covid-19 Langsung Dilaporkan ke Satgas

Megapolitan
20 Warga Gerendeng Karawaci Reaktif Covid-19, Sebagian Jalani Isolasi Mandiri

20 Warga Gerendeng Karawaci Reaktif Covid-19, Sebagian Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Dihentikan Sementara

Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Dihentikan Sementara

Megapolitan
Rekor Baru Covid-19 Dua Hari Berturut-turut dan Warga Jakarta yang Tak Pernah Belajar

Rekor Baru Covid-19 Dua Hari Berturut-turut dan Warga Jakarta yang Tak Pernah Belajar

Megapolitan
Rekor Baru Covid-19 di Jakarta dan Pesan Anies Agar Tidak Menyesal

Rekor Baru Covid-19 di Jakarta dan Pesan Anies Agar Tidak Menyesal

Megapolitan
UPDATE 19 Juni: Tambah 59 Kasus di Kota Tangerang, 499 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 19 Juni: Tambah 59 Kasus di Kota Tangerang, 499 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan Sawangan Depok, Ban Taksi Sobek, Pemotor Luka di Kepala

Kecelakaan di Jalan Sawangan Depok, Ban Taksi Sobek, Pemotor Luka di Kepala

Megapolitan
Jatuh dari Speed Boat dan Terapung 3 Jam  di Perairan Kepulauan Seribu, Remaja 14 Tahun Berhasil Dievakuasi

Jatuh dari Speed Boat dan Terapung 3 Jam di Perairan Kepulauan Seribu, Remaja 14 Tahun Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
Langgar Jam Operasional, Tori Bar Fatmawati Disegel 3 Hari

Langgar Jam Operasional, Tori Bar Fatmawati Disegel 3 Hari

Megapolitan
Razia Protokol Kesehatan di Tori Bar Fatmawati, Pintu Dikunci, Aparat Tunggu 30 Menit

Razia Protokol Kesehatan di Tori Bar Fatmawati, Pintu Dikunci, Aparat Tunggu 30 Menit

Megapolitan
Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X