Isi Raperda Covid-19 di Jakarta, Warga yang Tolak Tes Swab Bakal Didenda Rp 5 Juta

Kompas.com - 14/10/2020, 20:19 WIB
Pemain Amartha Hangtuah ketika menjalani tes swab di mes tim yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2020) siang WIB. DOK. Amartha HangtuahPemain Amartha Hangtuah ketika menjalani tes swab di mes tim yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2020) siang WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membahas penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) penanganan Covid-19 di Ibu Kota.

Anggota Bapemperda DPRD DKI Judistira Hermawan menyebutkan, salah satu ketentuan yang akan diatur dalam raperda tersebut adalah denda bagi masyarakat DKI yang menolak jika diminta melakukan tes.

Denda bagi yang menolak tes swab dan rapid test bahkan mencapai Rp 5 juta.

"Ada beberapa hal yang kita atur misalnya orang yang menghindar atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan baik rapid maupun PCR itu dikenakan sanksi Rp 5 juta. Ini untuk membuat masyarakat bisa mematuhi apa yang menjadi aturan di DKI Jakarta ini," ucap Judistira saat dihubungi, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Wagub DKI: Laporkan ke Kami jika Biaya Tes Swab Lebih dari Rp 900.000

Selain itu, ada pula denda bagi warga yang memaksa mengambil jenazah kerabat yang dinyatakan probable atau terkonfirmasi positif Covid-19 yakni sebesar Rp 5 juta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemudian kalau dengan ancaman pengambilan jenazahnya itu Rp 7,5 juta," kata dia.

Politisi Partai Golkar ini menuturkan, raperda Covid-19 memberikan dasar kewenangan bagi aparat yang bertugas di lapangan dalam menegakkan ketentuan mengenai protokol kesehatan bagi masyarakat, baik individu maupun tempat usaha.

"Sanksi denda maupun pidana juga sudah masuk dalam pasal-pasal di raperda ini. Total pasal yang ada dalam raperda ini kalau enggak salah ada 26 pasal," tutur Judistira.

Baca juga: Kanal CRM Jakarta Terima 6.886 Aduan Masyarakat Selama PSBB

Adapun, raperda penanganan Covid-19 ini Hari ini akan kembali dibahas Selasa hari ini dengan agenda penjelasan pasal-pasal.

Diketahui, raperda penanggulangan Covid-19 itu disusun karena DKI Jakarta mengalami keadaan luar biasa dan berstatus darurat wabah Covid-19.

Raperda juga dibentuk agar aturan mengenai penanggulangan Covid-19 di Jakarta memiliki aturan yang lebih kuat.

Setelah nanti menjadi perda, aturan tersebut bakal lebih lengkap daripada dua peraturan gubernur (pergub) yang menjadi payung hukum penanganan Covid-19 di Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan
Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Megapolitan
Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X