Kompas.com - 15/10/2020, 21:48 WIB
Seorang petugas kesehatan covid-19 melakukan proses pemulasaran jenazah positif covid-19, mereka sangat rentan terpapar covid-19. dok RSUD kota MataramSeorang petugas kesehatan covid-19 melakukan proses pemulasaran jenazah positif covid-19, mereka sangat rentan terpapar covid-19.

DEPOK, KOMPAS.com - Jumlah relawan pemulasaraan jenazah korban Covid-19 di Depok, Jawa Barat disebut berkurang drastis. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo

“Dari 36 orang, sekarang tinggal 11 orang. Tujuh perempuan dan empat pria,” kata Denny kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Keadaan ini cukup ironis sebab pandemi di Depok masih jauh dari reda. Tambahan pasien baru terus terjadi dari hari ke hari, begitu pun dengan pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Laju penambahannya melesat sejak Agustus silam, hingga saat ini tercatat ada 168 pasien meninggal yang terkonfirmasi positif Covid-19. Menurut Denny, jumlah 11 relawan pemulasaraan jenazah korban Covid-19 di Depok dirasa cukup, meskipun idealnya lebih dari itu.

Baca juga: [UPDATE] Grafik Covid-19 Depok 14 Oktober: 116 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

“Harusnya minimal satu kecamatan lima orang lah (total ada 11 kecamatan di Depok). Tetapi kan karena situasi, kita enggak bisa maksa orang,” katanya.

Ada beberapa penyebab, lanjut Denny, yang menjadi alasan mundurnya 25 relawan sejauh ini. Ada yang cemas membawa virus corona dan merasa keberatan dengan tanggungan tugas siaga selama 24 jam.

Selain itu, Denny menyebut, para relawan juga berhak atas honor yang diperoleh setiap kali memakamkan korban Covid-19.

"Jadi anggaran untuk relawan itu kami siapkan berdasarkan per kejadian. Untuk satu jenazah, kami berikan stimulan Rp 1,5 juta untuk 4-5 relawan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Depok Akan Buat Klaster Penduduk untuk Diberi Vaksin Covid-19

“Yang jelas kami masih buka untuk relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk membantu kita,” sambung Denny.

Kota Depok masih menjadi wilayah dengan laporan kasus positif Covid-19 tertinggi di Jawa Barat dan Bodetabek. Hingga data diperbarui hari ini, Depok sudah melaporkan 5.928 kasus positif Covid-19. Sebanyak 4.364 di antaranya diklaim pulih dan 168 pasien meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 29 Januari: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 5.765 Orang

UPDATE 29 Januari: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 5.765 Orang

Megapolitan
Bocah 6 Tahun di Jagakarsa Disetubuhi Tukang Siomay

Bocah 6 Tahun di Jagakarsa Disetubuhi Tukang Siomay

Megapolitan
Kelenteng Petak Sembilan Rayakan Imlek Tanpa Kembang Api dan Barongsai Sejak Pandemi

Kelenteng Petak Sembilan Rayakan Imlek Tanpa Kembang Api dan Barongsai Sejak Pandemi

Megapolitan
Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Garasi Rumah di Cilandak

Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Garasi Rumah di Cilandak

Megapolitan
Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Tersangka Ayu Thalia Dibawa ke Kejaksaan Pekan Depan

Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Tersangka Ayu Thalia Dibawa ke Kejaksaan Pekan Depan

Megapolitan
Ketiga Jenazah Korban Kebakaran di Tebet Telah Diurus Keluarga

Ketiga Jenazah Korban Kebakaran di Tebet Telah Diurus Keluarga

Megapolitan
Penyebab Kebakaran di Tebet Belum Bisa Dipastikan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Penyebab Kebakaran di Tebet Belum Bisa Dipastikan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Megapolitan
Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Petak Sembilan Batasi Kapasitas Pengunjung 50 Persen

Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Petak Sembilan Batasi Kapasitas Pengunjung 50 Persen

Megapolitan
BOR Capai 54 Persen, Tempat Isolasi Terpusat di Jakarta Harus Diperbanyak

BOR Capai 54 Persen, Tempat Isolasi Terpusat di Jakarta Harus Diperbanyak

Megapolitan
Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Kakek 89 Tahun, Total Ada 6 Tersangka

Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Kakek 89 Tahun, Total Ada 6 Tersangka

Megapolitan
Kebakaran 4 Rumah di Tebet Tewaskan 3 Orang, Korban Sempat Dibangunkan Tetangga

Kebakaran 4 Rumah di Tebet Tewaskan 3 Orang, Korban Sempat Dibangunkan Tetangga

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tidak Anggap Enteng Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron

Masyarakat Diminta Tidak Anggap Enteng Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron

Megapolitan
514.910 Orang di DKI Jakarta Sudah Dapat Vaksin Booster Covid-19

514.910 Orang di DKI Jakarta Sudah Dapat Vaksin Booster Covid-19

Megapolitan
4 Rumah Hangus Terbakar di Tebet, 25 Orang Diungsikan

4 Rumah Hangus Terbakar di Tebet, 25 Orang Diungsikan

Megapolitan
Curhat Warga Cilenggang yang Terdampak Proyek Tol Serpong-Balaraja, Jalan ke Sekolah Jadi Jauh, Minta Dibuatkan JPO

Curhat Warga Cilenggang yang Terdampak Proyek Tol Serpong-Balaraja, Jalan ke Sekolah Jadi Jauh, Minta Dibuatkan JPO

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.