Khawatir Klaster Baru Covid-19, Dinkes Bekasi Harap Warganya Tak Sering Demo

Kompas.com - 16/10/2020, 12:15 WIB
Massa demonstran dari Persaudaraan Alumni 212 dan sejumlah kelompok organisasi masyarakat (ormas) saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMassa demonstran dari Persaudaraan Alumni 212 dan sejumlah kelompok organisasi masyarakat (ormas) saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu sering ikut aksi unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, aksi unjuk rasa tak pernah lepas dari kerumunan massa yang berisiko tinggi terhadap penularan virus corona tipe-2 (SARS-CoV-2).

"Ya kalau kita berharap jangan sering-sering demonya. Bukan tidak berempati dengan situasi yang ada, tetapi kalau dilihat berkaitan dengan penanganan itu kan risikonya sangat tinggi," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: BEM SI Demo Tolak UU Cipta Kerja Jumat Siang, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute

Diakuinya memang sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus Covid-19 yang berasal dari kelompok buruh maupun pelajar hingga mahasiswa.

"Sampai saat ini belum ya karena pada saat demo kemarin kan yang unjuk rasa dari kelompok buruh atau karyawan. Artinya kita sampai saat ini belum dapat data perusahaan yang kasus konfirmasinya bertambah setelah demo omnibus law," kata Dezi.

Namun, ia khawatir jika aksi unjuk rasa dilakukan terus menerus, maka dapat terjadi klaster baru.

Dengan begitu, ia berharap aksi unjuk rasa tak dilakukan terlalu sering untuk mengurangi kasus Covid-19.

Baca juga: KPAI Sayangkan Ada Pihak yang Libatkan Anak di Unjuk Rasa Menolak RUU Cipta Kerja

"Makanya Pemkot Kota Bekasi berharap pihak-pihak terkait, terutama pengambil keputusan dapat cepat meredam situasi ini apapun keputusannya itu adalah keputusan pimpinan. Kalau dari kami penanganan berharap kondisinya tidak sering demo, sehingga dapat mengurangi angka berkerumun. Jadi risiko terhadap penyebaran virus berkurang," tutur dia.

Sebagai informasi, belakangan ini terus digelar aksi unjuk rasa tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di sejumlah titik Kota Bekasi.

Adapun hingga Rabu (14/10/2020) kemarin kasus mencapai 5.296 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.390 kasus telah sembuh.

Sementara, kasus aktif Covid-19 di Kota Bekasi kini tercatat 772 kasus. Rinciannya, 187 pasien Covid-19 yang dirawat dan 585 pasien Covid-19 isolasi mandiri. Lalu, ada 134 kasus meninggal dunia karena Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Megapolitan
Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Megapolitan
Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RS Tarakan

Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RS Tarakan

Megapolitan
Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Megapolitan
PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

Megapolitan
Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Megapolitan
Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 22, Totalnya Kini 2.117

UPDATE 28 Oktober: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 22, Totalnya Kini 2.117

Megapolitan
Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X