Protes UU Cipta Kerja, Mahasiswa Mulai Berdatangan di Medan Merdeka Selatan

Kompas.com - 16/10/2020, 13:58 WIB
Para demonstran yang terdiri dari mahasiswa menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Mereka berunjuk di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (16/10/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPara demonstran yang terdiri dari mahasiswa menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Mereka berunjuk di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (16/10/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul di depan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020).

Mereka berbaris dan mengenakan seragam almamater. Salah satu dari mereka, Abdul Rahim, yang mengaku berasal dari universitas swasta di Bogor, Jawa Barat,  mengatakan bahwa mereka yang berkumpul di lokasi itu baru beberapa perwakilan saja.

"Ini baru sebagian, masih perwakilan dari Pressma," kata dia di lokasi itu.

Baca juga: BEM SI Demo Tolak UU Cipta Kerja Jumat Siang, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute

Dia mengatakan beberapa orang rekannya tertahan di Depok, Jawa Barat. Aparat kepolisian kepolisian mencegat mereka sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Saat ini mereka masih menunggu rombongan lainnya untuk melanjutkan aksi mereka ke Istana Negara.

"Tuntutan masih sama seperti kemarin, cabut UU Cipta Kerja," ujar Abdul.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) merencanakan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja ke Istana Negara pada hari ini.

Koordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian, kemarin mengatakan bahwa aksi hari ini akan dilakukan pada pukul 13.00 WIB di Istana Negara.

"Pukul 13.00 WIB di depan Istana," ucap Remy melalui pesan singkat, Kamis.

BEM SI tetap mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan perppu untuk mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan.

Demo besar serupa sudah dilakukan dua kali di Jakarta. Keduanya berakhir rusuh. Demontran bentrok dengan polisi. Massa merusak dan membakar sejumlah fasilitas publik.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Panduan Isolasi Mandiri Bagi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Sini

Simak Panduan Isolasi Mandiri Bagi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Sini

Megapolitan
Ada Penataan Kawasan, Jalan Manggarai Utara 1 Depan Lobi Stasiun Manggarai Ditutup Permanen

Ada Penataan Kawasan, Jalan Manggarai Utara 1 Depan Lobi Stasiun Manggarai Ditutup Permanen

Megapolitan
Rizieq: Sebenarnya Saya Enggan Ladeni JPU, Buang Waktu dan Ganggu Dakwah di Rutan Mabes Polri

Rizieq: Sebenarnya Saya Enggan Ladeni JPU, Buang Waktu dan Ganggu Dakwah di Rutan Mabes Polri

Megapolitan
Polisi Gadungan yang Ditangkap di Jalan Tol Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi Gadungan yang Ditangkap di Jalan Tol Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Sesak Napas Ditolak Puskesmas di Pondok Aren karena RS Rujukan Penuh

Pasien Covid-19 yang Sesak Napas Ditolak Puskesmas di Pondok Aren karena RS Rujukan Penuh

Megapolitan
Rizieq Shihab Nilai Replik Jaksa Berisi Curhat Penuh Emosi dan Tidak Berkualitas

Rizieq Shihab Nilai Replik Jaksa Berisi Curhat Penuh Emosi dan Tidak Berkualitas

Megapolitan
Situs PPDB Gangguan, Orangtua Siswa Daftar Langsung di SDN Tangerang 06

Situs PPDB Gangguan, Orangtua Siswa Daftar Langsung di SDN Tangerang 06

Megapolitan
Pernah Sebut Jaksa Dungu dan Pandir, Rizieq Shihab: Jangan Diambil Hati, apalagi Jadi Dendam

Pernah Sebut Jaksa Dungu dan Pandir, Rizieq Shihab: Jangan Diambil Hati, apalagi Jadi Dendam

Megapolitan
Dorong Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Kelurahan Ancol Bagi-bagi Sayur dan Sembako

Dorong Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Kelurahan Ancol Bagi-bagi Sayur dan Sembako

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Rizieq Shihab Nasihati Jaksa

Sampaikan Duplik, Rizieq Shihab Nasihati Jaksa

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi Dibuka, SDN Tangerang 06 Mulai Ramai Pendaftar Luring

PPDB SD Jalur Zonasi Dibuka, SDN Tangerang 06 Mulai Ramai Pendaftar Luring

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kembali Bertambah Jadi 5.730 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kembali Bertambah Jadi 5.730 Orang

Megapolitan
Gagal Hipnotis Korban, Dua Pencuri Motor Jadi Bulan-bulanan Warga

Gagal Hipnotis Korban, Dua Pencuri Motor Jadi Bulan-bulanan Warga

Megapolitan
Karpet Merah untuk Road Bike dan Keinginan Polri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Karpet Merah untuk Road Bike dan Keinginan Polri Bongkar Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Megapolitan
Fakta Kasus Anji: Impor Ganja dari Amerika hingga Permohonan Maaf

Fakta Kasus Anji: Impor Ganja dari Amerika hingga Permohonan Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X