Ini Penyebab Proyek MRT Jakarta Fase 2 Terancam Diundur

Kompas.com - 19/10/2020, 08:04 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan skybridge di Halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang akan terintegrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPekerja menyelesaikan pembangunan skybridge di Halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang akan terintegrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William P Sabandar mengungkapkan sejumlah alasan proyek MRT Fase 2A dengan paket 202 hingga 206 terancam diundur.

Menurut dia, paket pengerjaan dengan rute Bundaran HI-Kota ini terkendala karena pandemi Covid-19 hingga minimnya keterlibatan pihak Jepang.

"Terdapat kendala atas pengadaan paket kontrak CP202, CP205, dan CP206. Salah satu penyebabnya karena pandemi Covid-19 yang tengah melanda menyebabkan risiko tinggi terhadap keseluruhan proyek Fase 2 MRT Jakarta," ucap William dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase 2 Terancam Mundur

"Selain itu, faktor minimnya keterlibatan dan ketertarikan kontraktor Jepang menyebabkan posisi tawar kontraktor Jepang khususnya untuk paket railway systems dan rolling stock menjadi sangat tinggi," lanjutnya.

Ia menjelaskan, kegagalan pengadaan CP202 adalah akibat dari risiko konstruksi lapangan yang cukup tinggi, ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Peserta lelang pun meminta waktu penyelesaian proyek yang lebih panjang. Adapun status pengadaan CP205 saat ini telah mengalami perpanjangan waktu pengadaan sebanyak 4 (empat) kali.

Selain karena kondisi pandemi Covid-19, peserta lelang disebut meminta perpanjangan waktu karena adanya isu kebijakan penggunaan produk komunikasi tertentu yang tidak bisa disediakan Kontraktor Jepang, review jadwal proyek lebih lanjut, dan yang terbaru peserta lelang melihat adanya resiko interfacing antar pekerjaan paket sipil dan paket sistem perkeretaapian.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Jadwal KRL Kembali Normal Pukul 04.00 Sampai 24.00 WIB

"PT MRT Jakarta memandang untuk pekerjaan pembangunan seperti MRT ini, masing-masing pihak termasuk kontraktor memiliki tanggung jawab resiko interfacing antar paket pekerjaan sebagaimana berlaku pada pembangunan MRT Jakarta Fase 1 maupun pembangunan MRT lainnya," ujar William.

Oleh karena itu, tahapan operasional MRT Jakarta Fase 2A telah dibagi menjadi dua, yaitu segmen 1 Bundaran HI-Harmoni akan selesai direncanakan pada Maret 2025.

Sedangkan tahapan operasional segmen 2 Harmoni-Kota kemungkinan besar akan bergeser ke pertengahan 2027.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X