Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemandu Wisata Terdampak Pandemi Covid-19, Aji Banting Setir Jualan Furnitur

Kompas.com - 20/10/2020, 06:31 WIB
Wahyu Adityo Prodjo,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

“Ya sudah bisa katanya. Gue bikin MOU. Kesepakatan gue yang jualin, dia yang produksi. Kemudian muncullah itu pureniture.id,” kata laki-laki lulusan program studi Sosiologi di Universitas Gajah Mada itu.

Sediakan kursi, meja, dan pelanggan teman

Pureniture.id menyediakan furnitur seperti meja, kursi, sofa, dan furniture custom dengan konsep klasik maupun modern. Aji memegang prinsip Palugada alias Apa yang Lu Mau, Gue Ada.

“Apa aja gue bisa. Bisa custom, misalnya punya desain gimana tinggal didiskusiin,” kata Aji.

Harga furniture berkisar Rp 200.000 hingga Rp 10 juta. Bahan-bahan kayu yang digunakan seperti kayu jati biasa, jati belanda, dan kayu ulin.

Seiring berjalannya waktu, usaha Aji cukup disambut baik. Sejak tiga bulan menjalankan usaha, Aji sudah menerima pesanan dari rekan-rekannya.

Pembelinya rata-rata dari Jakarta, Bogor, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Barang pesanan dikirim langsung dari Blora.

Baca juga: Sulit Cari Kerja di Tengah Pandemi, Fresh Graduate Ini Jualan Piyama yang Laris Manis berkat WFH

Selama tiga bulan, omset rata-rata dari bisnis Aji sekitar Rp 1 juta. Namun, tren penghasilannya meningkat 30 persen per bulannya.

“Uangnya lumayan bisa banget membantu kebutuhan kebutuhan sehari-hari, tabungan, kasih uang ke orangtua,” tambah Aji.

Purniture.id masih menyisakan pekerjaan rumah untuk memperluas penjualan. Merek usaha Aji diakui masih belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.

“Kalau untuk masyarakat umum kan banyak yang belum tahu. Masih perlu pemasaran yang lebih bagus lagi,” tambah dia.

Baca juga: Kisah Junaedi, 15 Kali Gagal Lamar Kerja dan Jatuh Bangun Bangun Usaha di Tengah Pandemi Covid-19

Sekarang Aji tak banyak mengambil untung dari penjualannya. Ia hanya memikirkan mereknya bisa dikenal luas.

Namun, ia bersyukur usahanya bisa sedikit menambal lubang penghasilannya yang hilang. Ia berpikir untuk meneruskan usaha pureniture.id jika pandemi Covid-19 telah berakhir.

“Kita lihat nanti, kalau pariwisata udah balik normal, ya mungkin buat sampingan aja,” kata Aji.

Bisa Memutar otak untuk tetap berkreasi dan menghasilkan uang adalah salah satu anugerah untuk Aji. Jika tak mengerjakan sesuatu, otaknya bisa tumpul lantara Aji tak bisa berdiam diri.

“Semoga pandemi segera berakhir dan pariwisata segera kembali normal dan gue bisa menjalankan kegiatan gue seperti sebelum pandemi,” ujar Aji.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sudah 3 Jam, Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Belum Juga Padam

Sudah 3 Jam, Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Belum Juga Padam

Megapolitan
5 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Berhasil Dievakuasi, Polisi: Mayoritas Menderita Luka Bakar

5 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Berhasil Dievakuasi, Polisi: Mayoritas Menderita Luka Bakar

Megapolitan
7 Orang Masih Terjebak dalam Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Prapatan

7 Orang Masih Terjebak dalam Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Prapatan

Megapolitan
Karyawan Gedung Panik dan Berhamburan Keluar Saat Toko Bingkai di Mampang Prapatan Kebakaran

Karyawan Gedung Panik dan Berhamburan Keluar Saat Toko Bingkai di Mampang Prapatan Kebakaran

Megapolitan
Harga Bahan Dapur Naik Turun, Pedagang Pasar Perumnas Klender: Alhamdulillah Masih Punya Pelanggan Setia

Harga Bahan Dapur Naik Turun, Pedagang Pasar Perumnas Klender: Alhamdulillah Masih Punya Pelanggan Setia

Megapolitan
Pengemudi Fortuner Arogan Gunakan Pelat Dinas Palsu, TNI: Melebihi Gaya Tentara dan Rugikan Institusi

Pengemudi Fortuner Arogan Gunakan Pelat Dinas Palsu, TNI: Melebihi Gaya Tentara dan Rugikan Institusi

Megapolitan
Banyak Warga Menonton Kebakaran Toko Bingkai, Lalin di Simpang Mampang Prapatan Macet

Banyak Warga Menonton Kebakaran Toko Bingkai, Lalin di Simpang Mampang Prapatan Macet

Megapolitan
Pemkot Bogor Raih 374 Penghargaan Selama 10 Tahun Kepemimpinan Bima Arya

Pemkot Bogor Raih 374 Penghargaan Selama 10 Tahun Kepemimpinan Bima Arya

Megapolitan
Kena Batunya, Pengemudi Fortuner Arogan Mengaku Keluarga TNI Kini Berbaju Oranye dan Tertunduk

Kena Batunya, Pengemudi Fortuner Arogan Mengaku Keluarga TNI Kini Berbaju Oranye dan Tertunduk

Megapolitan
Toko Pigura di Mampang Prapatan Kebakaran

Toko Pigura di Mampang Prapatan Kebakaran

Megapolitan
Puspom TNI: Purnawirawan Asep Adang Tak Kenal Pengemudi Fortuner Arogan yang Pakai Pelat Mobil Dinasnya

Puspom TNI: Purnawirawan Asep Adang Tak Kenal Pengemudi Fortuner Arogan yang Pakai Pelat Mobil Dinasnya

Megapolitan
Pemilik Khayangan Outdoor: Istri Saya Langsung Nangis Saat Tahu Toko Dibobol Maling

Pemilik Khayangan Outdoor: Istri Saya Langsung Nangis Saat Tahu Toko Dibobol Maling

Megapolitan
Puluhan Barang Pendakian Digondol Maling, Toko 'Outdoor' di Pesanggrahan Rugi Hingga Rp 10 Juta

Puluhan Barang Pendakian Digondol Maling, Toko "Outdoor" di Pesanggrahan Rugi Hingga Rp 10 Juta

Megapolitan
Ratusan Orang Jadi Korban Penipuan Program Beasiswa Doktoral di Filipina

Ratusan Orang Jadi Korban Penipuan Program Beasiswa Doktoral di Filipina

Megapolitan
Sejumlah Tokoh Bakal Berebut Tiket Pencalonan Wali Kota Bogor Lewat Gerindra

Sejumlah Tokoh Bakal Berebut Tiket Pencalonan Wali Kota Bogor Lewat Gerindra

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com