Kompas.com - 20/10/2020, 10:01 WIB
Massa tolak UU Omnibus Law mulau padati Lokasi sekitar patung arjuna wijaya, pada Selasa (20/10/2020). Massa merupakan elemen mahasiswa dari organisasi LEMI PB HMI). Kompas.com/Sonya TeresaMassa tolak UU Omnibus Law mulau padati Lokasi sekitar patung arjuna wijaya, pada Selasa (20/10/2020). Massa merupakan elemen mahasiswa dari organisasi LEMI PB HMI).

BEKASI, KOMPAS.com - CCTV Dinas Perhubungan Kota Bekasi memantau kondisi lalu lintas terkini di Bekasi, Selasa (20/10/2020). Pagi ini jalan protokol di Kota Bekasi terpantau lancar.

Akun Instagram @dishubbekasikota pada pukul 8.00 WIB menginformasikan bahwa Simpang Tol Barat dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Pekayon terpantau ramai lancar. Terdapat antrean ke arah kolong putar balik Tol Barat.

Sedangkan Simpang Unisma dari arah Tol Timur menuju Poncol terpantau sedikit antrean di persimpangan lampu lalu lintas. Simpang DPRD dan Simpang Kranji terpantau lancar.

Baca juga: Pukul 09.10 WIB, Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Padati Patung Kuda

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP Agung Pitoyo Putro mengatakan, hingga pukul 09.09 WIB, lalu lintas di Bekasi termasuk perbatasan menuju Jakarta masih berjalan normal.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini belum ada pengalihan arus lalu lintas berkait dengan pergerakan massa aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja menuju Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Belum ada (pengalihan arus), masih berjalan normal arus lalin," kata dia.

Agung mengatakan, belum ada titik antisipasi pengalihan arus di Kota Bekasi terkait aksi demonstrasi di Jakarta hari ini.

Baca juga: Ada Demo Sekitar Istana, Ini Modifikasi 4 Rute Layanan Bus Transjakarta

"Nanti jika ada pergerakan dan butuh alih arus baru bisa ditentukan titiknya," kata Agung.

Seperti diketahui hari ini sejumlah elemen kembali akan menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menjadi salah satu yang memastikan akan hadir dalam demonstrasi hari ini.

"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian, Senin (19/10/2020).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Mikro Diperpanjang, Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni

PPKM Mikro Diperpanjang, Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni

Megapolitan
Dinkes Tangerang Gelar Vaksinasi di 38 Puskesmas, Khusus untuk Warga Berusia 18 Tahun ke Atas

Dinkes Tangerang Gelar Vaksinasi di 38 Puskesmas, Khusus untuk Warga Berusia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
Perpanjangan PPKM Mikro DKI Jakarta: WFH Wajib 75 Persen, Ibadah Kembali di Rumah

Perpanjangan PPKM Mikro DKI Jakarta: WFH Wajib 75 Persen, Ibadah Kembali di Rumah

Megapolitan
Anies: Besar Kemungkinan Varian Baru Covid-19 Mudah Menularkan Anak-anak

Anies: Besar Kemungkinan Varian Baru Covid-19 Mudah Menularkan Anak-anak

Megapolitan
11 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Kelurahan Petogogan Di-lockdown

11 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Kelurahan Petogogan Di-lockdown

Megapolitan
Wisma Atlet Penuh, Pasien yang Masih Positif Covid-19 Diminta Pulang

Wisma Atlet Penuh, Pasien yang Masih Positif Covid-19 Diminta Pulang

Megapolitan
Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Megapolitan
Tempat Wisata Ancol Tutup Sementara Mulai Kamis Besok

Tempat Wisata Ancol Tutup Sementara Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Kasus Covid-19 Lebih Parah dari Gelombang Pertama, Kenapa Depok Tetap Hindari Lockdown?

Kasus Covid-19 Lebih Parah dari Gelombang Pertama, Kenapa Depok Tetap Hindari Lockdown?

Megapolitan
UPDATE Klaster Warakas: Kini Ada 37 Warga yang Terpapar Covid-19

UPDATE Klaster Warakas: Kini Ada 37 Warga yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mikro Lockdown Kampung di Gandaria Selatan, Jam Malam Diberlakukan

Mikro Lockdown Kampung di Gandaria Selatan, Jam Malam Diberlakukan

Megapolitan
Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Megapolitan
Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Megapolitan
Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Megapolitan
SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X