30 Rumah di Jakarta Utara Rusak Diterjang Angin Puting Beliung, Wakil Wali Kota: Seluruh Atap Terangkat

Kompas.com - 21/10/2020, 17:47 WIB
Salah satu bagian atap rumah warga yang rusak terkena terjangan angin puting beliung di RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Selasa (20/10/2020). TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINOSalah satu bagian atap rumah warga yang rusak terkena terjangan angin puting beliung di RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Selasa (20/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim telah mendatangi sejumlah rumah di RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, yang rusak akibat diterjang angin puting beliung pada Selasa (20/10/2020).

Ali menyebutkan, 30 rumah yang diterjang angin puting beliung itu mengalami kerusakan pada bagian atap yang terangkat.

"Kerusakannya bervariasi, mulai dari pecah di beberapa bagian atap, hingga keseluruhan atap bangunannya terangkat," ujar Ali dalam keterangannya, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: 30 Rumah di Jakut Rusak Diterjang Puting Beliung, 4 Orang Luka

Ali menegaskan, ada 134 kepala keluaraga (KK) dengan jumlah 517 jiwa terdampak dari 30 rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung tersebut.

Adapun mereka tidak tinggal di pengungsian sudah menerima bantuan berupa makanan.

"Bantuan natura bagi korban angin puting beliung di RW 07. Bantuan yang disalurkan pada hari ini berupa mie instan, beras dan biskuit," kata Ali..

Sebelumnya, Ketua RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Suaib mengatakan, sekitar 30 rumah yang rusak akibat musibah itu.

"Kurang lebih 30-an rumah yang memang perlu perhatian khusus," kata Suaib, Selasa malam.

Dari 30 rumah yang terdampak, 15 di antaranya mengalami kerusakan parah, sedangkan sisanya rusak ringan.

Rumah-rumah yang terdampak parah antara lain di Jalan Perjuangan Raya. Kerusakan terjadi pada atap rumah warga yang kebanyakan sudah terbang dan hancur lantaran terbawa angin.

Barang-barang milik warga seperti lemari es juga hancur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Megapolitan
Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Megapolitan
[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

Megapolitan
DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X