Kompas.com - 21/10/2020, 20:26 WIB
Petugas menutup akses jalan menuju Istana Bogor menggunakan kawat berduri, Selasa (20/10/2020), jelang kedatangan Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide. KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPetugas menutup akses jalan menuju Istana Bogor menggunakan kawat berduri, Selasa (20/10/2020), jelang kedatangan Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide.

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto merespons tuntutan massa buruh yang berunjuk rasa di halaman Kantor Balai Kota Bogor, Rabu (21/10/2020).

Bima terlihat mendatangi kerumunan dan ikut berorasi bersama massa buruh dengan pengeras suara.

Dalam orasinya, Bima menyampaikan banyak sekali catatan dan kekhawatiran di dalam UU Cipta Kerja.

Di hadapan massa buruh, Bima juga mengaku telah mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) atau forum wali kota se-Indonesia membahas UU Cipta Kerja yang saat ini menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Baca juga: Buruh di Bogor Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, Desak Jokowi Terbitkan Perppu

"Saya sebagai wali kota sudah berbicara, bertemu di dalam forum Apeksi. Kami semua sepakat banyak sekali catatan di UU Cipta Kerja, banyak hal yang menimbulkan pertanyaan, banyak yang menimbulkan kekhawatiran," ucap Bima.

Bima mengatakan, keberatan buruh terhadap undang-undang tersebut memiliki dasar, yaitu soal aturan jam kerja, sistem outsourching, dan pesangon yang dianggap masih menjadi tanda tanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab itu, sambung Bima, ia bersama sejumlah kepala daerah lain yang tergabung dalam forum wali kota se-Indonesia itu akan menyampaikan keberatan kepada Presiden Joko Widodo.

"Jangan sampai tujuan Presiden untuk meningkatkan ekonomi, menggenjot investasi, malah memperburuk keadaan. Jangan sampai tujuan yang baik tetapi aturannya bertentangan dan tidak konsisten," tutur dia.

"Itu semua saya kira ada tanda tanya dan layak untuk diperjuangkan, karena itu saya terima aspirasinya," tambahnya.

Sebelumnya, massa buruh turun ke jalan dan berdemo di Balai Kota Bogor, Rabu siang.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Megapolitan
Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Megapolitan
Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Megapolitan
Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Megapolitan
Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Megapolitan
Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Megapolitan
Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X