750 Personel Diturunkan untuk Amankan Demonstrasi Buruh di Patung Kuda

Kompas.com - 22/10/2020, 14:56 WIB
Polisi bersiap-siap menghadapi massa aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, pada aksi Selasa (20/10/2020) Kompas.com/Sonya TeresaPolisi bersiap-siap menghadapi massa aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, pada aksi Selasa (20/10/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa dalam rangka menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Kamis (22/10/2020), kembali digelar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, unjuk rasa kali ini diikuti oleh berbagai elemen buruh.

"Buruh yang sampaikan surat ke kami. Ada dari KASBI, LEM. Gabungan, ada dari Jakarta Utara, Banten, Tangerang," kata Heru saat dikonfirmasi.

Untuk itu, sekitar 750 personel gabungan dikerahkan guna mengamankan aksi demo di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat.

Baca juga: Hari Ini, 10.000 Buruh Banten Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Istana Negara

"Kami menurunkan sekitar 750 personel hari ini," ucap Heru.

Aksi demonstrasi dipusatkan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Meski demikian, saat ini masih ada massa yang melakukan unjuk rasa di Tugu Tani.

"Mungkin nanti jam 15.00 WIB kami baru bisa membaca pergerakan massa di sana," tutur Heru.

Massa kali ini ingin menyampaikan aspirasinya kepada pihak Istana. Namun menurut Heru, pihaknya akan mamfasilitasi permintaan massa aksi apabila pihak Istana bersedia.

"Mereka menyampaikan kalau bisa ketemu pihak Istana. Kami sambungin, kalau dari pihak istana siap memenuhi, kami fasilitasi untuk bertemu di dalam," kata Heru.

Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja ke Istana Negara Jakarta.

Presidium AB3 Maman Nuriman mengatakan, aliansi buruh meminta agar UU Cipta Kerja dicabut.

"Tuntutannya batalkan omnibus law atau meminta presiden membuat Perpu pengganti UU omnibus law (Cipta Kerja)," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Megapolitan
Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Megapolitan
[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

Megapolitan
DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X