Fraksi PDI-P DPRD DKI Tak Setuju Dana PEN Digunakan untuk Proyek Bersifat Mercusuar seperti JIS dan TIM

Kompas.com - 22/10/2020, 16:13 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Jakarta International Stadium atau Stadion Bersih, Manusiawi dan Wibawa (BMW) di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsjPekerja menyelesaikan proyek pembangunan Jakarta International Stadium atau Stadion Bersih, Manusiawi dan Wibawa (BMW) di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDI-P DPRD DKI Jakarta, Johnny Simanjuntak mengatakan, fraksinya menyoroti sejumlah anggaran dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Salah satunya adalah penggunaan dana pinjaman dari pemerintah pusat untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut dia, PDI-P keberatan dana PEN dipakai untuk pembangunan yang bersifat mercusuar seperti Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), hingga untuk jembatan penyeberangan.

Baca juga: Biasanya Pertengahan Tahun, Pengesahan APBD-P DKI 2020 Mundur hingga November

"PDI Perjuangan sebenarnya sangat menolak kalau misalnya tujuannya adalah pemulihan ekonomi nasional, kenapa kok hal-hal yang misalnya 1 koma sekian triliun untuk Jakarta internasional stadium, ya terus untuk TIM, dan sebagainya," ucap Johnny, Kamis (22/10/2020).

Fraksi PDI-P berpendapat, dana PEN seharusnya digunakan untuk memberikan stimulus bagi masyarakat seperti bantuan sosial, bantuan ke UMKM hingga penanggulangan banjir.

"Itu adalah bagaimana supaya ya mendorong masyarakat banyak berbelanja kan itu, salah apanya penempatan pemulihan ekonomi nasional yang hampir Rp 3 triliun lebih itu. Menurut kami kok jadi lari ke masalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya enggak mendesak, mercusuar," kata dia.

Johnny menyebutkan, anggaran PEN seharusnya diprioritaskan untuk bantuan kepada rakyat dan mengenyampingkan pembangunan yang tidak terlalu berdampak.

"Ini seolah dipakai untuk proyek Anies saja kan JIS, TIM, dan beberapa jalan jembatan penyeberangan. Kenapa tidak untuk stimulus ke rakyat kecil, atau dialihkan untuk bansos. Memberikan subsidi ke siswa miskin terutama yang tidak bisa bayar uang pangkal," kata dia.

Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta mulai membahas KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 pada Rabu kemarin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Diberlakukan Situasional

Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Diberlakukan Situasional

Megapolitan
Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Megapolitan
Gelar Demo di Jakarta, Buruh Akan Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Gelar Demo di Jakarta, Buruh Akan Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Megapolitan
Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Megapolitan
TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

Megapolitan
PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

Megapolitan
Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Megapolitan
UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Megapolitan
Sempat Terkendala Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Stasiun Tanahabang PP Sudah Kembali Normal

Sempat Terkendala Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Stasiun Tanahabang PP Sudah Kembali Normal

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Warga Curi Start Pulang Kampung

Mudik Lebaran Dilarang, Warga Curi Start Pulang Kampung

Megapolitan
UPDATE 11 April: Pasien Covid-19 di Depok Bertambah, 1.635 Orang Harus Isolasi dan Perawaatan

UPDATE 11 April: Pasien Covid-19 di Depok Bertambah, 1.635 Orang Harus Isolasi dan Perawaatan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Bogor, Bekasi, Depok Hujan Siang Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Bogor, Bekasi, Depok Hujan Siang Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X