Kompas.com - 22/10/2020, 18:24 WIB
Aliansi Buruh Banten Bersatu tidak mendapatkan izin melakukan aksi penolakan omnibus law RUU Cipta Kerja di DPR Mubarok/FSPMIAliansi Buruh Banten Bersatu tidak mendapatkan izin melakukan aksi penolakan omnibus law RUU Cipta Kerja di DPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja telah usai.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardi mengatakan, jalan yang semula dirutup sudah dibuka. Seluruh kawat berduri yang digunakan untuk menghalangi massa telah diangkat.

Kendaraan diperbolehkan melintas di jalan-jalan yang sempat ditutup.

Baca juga: Ada Demo Lagi, Satlantas Jakpus Tutup Sejumlah Ruas Jalan

Akan tetapi, kendaraan belum bisa melintas dengan kecepatan normal. Sebab, saat ini petugas masih membereskan moveable concrete barrier (MCB) yang digunakan sebagai pembatas.

"Sudah selesai (demo). Kendaraan sudah bisa melintas, tapi pelan-pelan karena masih ada MCB yang belum dibereskan,"ucap Lilik kepada Kompas.com, Kamis (20/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja ke Istana Negara Jakarta.

Presidium AB3 Maman Nuriman mengatakan, aliansi buruh meminta agar UU Cipta Kerja dicabut.

"Tuntutannya batalkan omnibus law atau meminta presiden membuat Perpu pengganti UU omnibus law (Cipta Kerja)," kata dia.

Untuk itu, Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat menutup sejumlah ruas jalan.

Adapun ruas jalan yang ditutup yakni di Jalan Merdeka Timur di depan Pertamina. Kemudian sekitar Hotel Sriwijaya di Jalan Veteran Raya, Jalan Veteran III, Harmoni.

Penutupan juga sempat dilakukan di sekitar area Patung Kuda Arjuna Wiwaha serta Gedung Sapta Pesona di Jalan Medan Merdeka Barat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Herman Hanafi Diangkat Jadi Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi

Herman Hanafi Diangkat Jadi Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Sebatang Kara Meninggal di Rumahnya

Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Sebatang Kara Meninggal di Rumahnya

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Naikkan Jumlah Testing Covid-19 Jadi 4.300 Orang Sehari

Pemkot Tangerang Akan Naikkan Jumlah Testing Covid-19 Jadi 4.300 Orang Sehari

Megapolitan
Diduga Terjatuh, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Tebet

Diduga Terjatuh, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Tebet

Megapolitan
Soal Aturan Makan 20 Menit, Anies: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong

Soal Aturan Makan 20 Menit, Anies: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong

Megapolitan
Pengusaha Jusuf Hamka Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan ke Pasien Covid-19 yang Isoman

Pengusaha Jusuf Hamka Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan ke Pasien Covid-19 yang Isoman

Megapolitan
Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Megapolitan
Polda Metro Periksa Satpol PP Gadungan yang Lakukan Rekrutmen Ilegal

Polda Metro Periksa Satpol PP Gadungan yang Lakukan Rekrutmen Ilegal

Megapolitan
Kapolda Metro: Jangan Manfaatkan Pandemi untuk Kejahatan, Kami Tindak Tegas

Kapolda Metro: Jangan Manfaatkan Pandemi untuk Kejahatan, Kami Tindak Tegas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Refocusing APBD 10,1 Persen untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Tangerang Refocusing APBD 10,1 Persen untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Polisi Pajang Foto Penjahat Kemanusiaan Saat Pandemi Covid-19

Anies Minta Polisi Pajang Foto Penjahat Kemanusiaan Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 bagi Anak 12 Tahun ke Atas di Kota Bekasi Dimulai Agustus

Vaksinasi Covid-19 bagi Anak 12 Tahun ke Atas di Kota Bekasi Dimulai Agustus

Megapolitan
Dalam Seminggu, Komplotan Pembuat Surat Antigen Palsu di Depok Terbitkan 80 Surat

Dalam Seminggu, Komplotan Pembuat Surat Antigen Palsu di Depok Terbitkan 80 Surat

Megapolitan
Emak-emak di Ciracas Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 agar Bisa ke Pasar

Emak-emak di Ciracas Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 agar Bisa ke Pasar

Megapolitan
Pencetak Surat Antigen Palsu di Depok: Cuma Dapat Rp 50.000, Buat Kopi dan Rokok Sudah Habis

Pencetak Surat Antigen Palsu di Depok: Cuma Dapat Rp 50.000, Buat Kopi dan Rokok Sudah Habis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X