Ridwan Kamil: Realistis Kondisi Normal dari Pandemi Covid-19 Baru 2022

Kompas.com - 22/10/2020, 19:15 WIB
Usai Rapat Koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020), di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut untuk pertama kalinya zona merah di jabar hanya tiga daerah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kuningan, sementara Jabodetabek membaik dan tidak ada zona merah. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIUsai Rapat Koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020), di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut untuk pertama kalinya zona merah di jabar hanya tiga daerah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kuningan, sementara Jabodetabek membaik dan tidak ada zona merah.

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap agar masyarakat tak terbuai dengan harapan vaksinasi Covid-19 akan segera mengakhiri pandemi.

Pemerintah Indonesia rencananya akan memulai vaksinasi pada akhir 2020, sebelum berlanjut pada tahun depan, meskipun keputusan ini dianggap tergesa-gesa oleh kalangan kesehatan.

"Kelihatannya tahun 2021 Covid-19 ini masih menyertai kita dengan segala dinamika seperti 2020. Jadi kalau disampaikan 2021 akan normal, menurut saya terlalu optimistis," ujar pria yang akrab dipanggil Emil itu kepada wartawan dalam lawatannya ke Depok, Kamis (22/10/2020).

"Saya mendoakan itu terjadi. Tetapi kalau mau realistis menurut saya baru 2022 lah," lanjutnya.

Baca juga: Minggu Depan Long Weekend, Ridwan Kamil Minta Warga Jakarta Tak Liburan ke Puncak

Emil mengatakan, tahun 2021 masih merupakan kurun waktu ketika pemerintah akan menggencarkan penyuntikan vaksin.

Selama penyuntikan belum 100 persen, maka protokol pencegahan penularan Covid-19 harus tetap dilakukan karena ada beberapa kalangan yang masih belum kebal terhadap virus corona.

"Dalam menyuntik vaksin kan ada yang sudah disuntik vaksin dan ada yang belum. Berarti kan protokol pakai masker, jaga jarak, cuci tangan itu masih terus berlangsung selama tahun penyuntikan di 2021," sebut Emil.

Eks Wali Kota Bandung tersebut juga meminta masyarakat tak menganggap vaksin 100 persen efektif melawan Covid-19.

Efek vaksinasi memang signifikan dalam menekan wabah dalam jangka panjang, namun tak ada garansi bahwa efek pengaruh vaksin bisa 100 persen, kata dia.

Baca juga: Ridwan Kamil Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar Setelah Long Weekend

"Ambil contoh penyakit cacar ya. Sebelum ada vaksin itu tinggi sekali statistiknya. Setelah ada vaksin, dia turun bahkan sampai sudah tidak ada lagi sekian tahun. Vaksin juga didapat bukan jaminan, enggak ada di dunia ini yang dijamin 100 persen," jelasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Megapolitan
5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Megapolitan
FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X