Enam Orang Jadi Tersangka Penganiayaan Polisi, Dua Masih di Bawah Umur

Kompas.com - 23/10/2020, 17:17 WIB
Petugas kepolisian bersama dengan tersangka pengeroyokan anggota kepolisian dalam kegiatan rekonstruksi Adegan Pengeroyokan Anggota Kepolisian pada Jumat (23/10/2020). Pengeroyokan tersebut terjadi dalam aksi unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020). Dok. Humas Polres Metro Jakarta BaratPetugas kepolisian bersama dengan tersangka pengeroyokan anggota kepolisian dalam kegiatan rekonstruksi Adegan Pengeroyokan Anggota Kepolisian pada Jumat (23/10/2020). Pengeroyokan tersebut terjadi dalam aksi unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam orang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anggota kepolisian yang terjadi saat aksi unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020), di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Dua dari keenam orang tersebut diketahui masih di bawah umur.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Humas Polres Jakarta Barat, dua dari enam tersangka yang ditetapkan, yang berinisial SD dan MA, berusia 16 tahun.

Pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, menggelar rekonstruksi kasus peristiwa tersebut, pada Jumat (23/10/2020).

Baca juga: KPAI: 171 Pelajar Diamankan Polda Metro Jaya Terkait Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Meski terlibat langsung, peran kedua anak yang masih di bawah umur tersebut digantikan dalam rekonstruksi ini. Sehingga, rekonstruksi hanya diikuti empat orang pelaku.

"Kami mengganti peran dua orang tersangka karena masih di bawah umur," ujar ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebanyak 12 adegan diperankan oleh para pelaku di mana adegan tersebut kami gelar rekonstruksinya guna melengkapi berkas perkara dan mengetahui peranan dari masing-masing pelaku" tambah dia.

Baca juga: Polisi: Tiga Admin Medsos yang Provokasi Demo Rusuh Juga Berstatus Pelajar

Dari rekonstruksi adegan, diketahui bahwa pihak kepolisian yang dikeroyok sempat dipukul di bagian punggung belakang dan paha.

Ia juga sempat dilempar kaleng biskuit dan disiram dengan air oleh massa.

Setelah korban terjatuh dan tengkurap, salah satu tersangka mengambil telepon genggam milik korban dan menjualnya.

Diketahui, peristiwa penganiayaan terjadi pada unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020).

Unjuk rasa tersebut diwarnai oleh kerusuhan antara massa dengan pihak aparat keamanan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.