Pemkot Tangsel Buat Klaster Warga untuk Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 23/10/2020, 17:56 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat konferensi pers di Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (24/8/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaWali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat konferensi pers di Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (24/8/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai mempersiapkan skema pelaksanaan dan pendataan kelompok prioritas untuk proses vaksinasi Covid-19.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, persiapan tersebut sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan meski belum dapat dipastikan kapan vaksinasi dilakukan.

"Terlepas dari kapan pun dilakukannya, kami sudah atas arahan dari Kemenkes melalui Dinkes," ujar Airin dalam rekaman yang diterima, Jumat (23/10/2020).

Menurut Airin, Pemerintah Kota sudah mulai melakukan pendataan masyarakat dan mengelompokkannya berdasarkan usia.

Baca juga: Ridwan Kamil: Setiap Orang Diberi Vaksin Covid-19 Dua Kali

Selain itu, pihaknya juga mulai mempersiapkan skema vaksinasi Covid-19 dan berencana melakukan simulasi kegiatan tersebut.

"Kemarin dilaporkan ke saya bahwa kami sudah mulai membuat skema. Kemudian, dilihat dulu pendataan, berapa jumlah real penduduk, usia berapa saja kami klasterkan," kata dia.

Kendati demikian, Airin belum dapat memastikan kapan simulasi vaksinasi Covid-19 akan dilakukan.

Dia hanya menyebut bahwa saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

"Simulasi kami masih menunggu arahan dari pusat. Tapi sejauh ini laporan dari dinkes dan juga yang saya perintahkan ke dinkes, cek data SDM di bidang Kesehatan yang kita punya, dan klastering masyarakat," pungkas dia.

Baca juga: Banten Dapat Jatah 8 Juta Vaksin Covid-19 pada Desember

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti menyebutkan, Banten akan mendapatkan 8.131.798 vaksin Covid-19 pada bulan Desember mendatang.

"Dari hasil sosialisasi dari Kemenkes kepada seluruh kepala dinkes provinsi se-Indonesia bahwa vaksin untuk Banten sendiri rencana akan mendapat sasaran untuk jumlah 8.131.798," ujar Ati saat diskusi secara daring melalui Zoom, Jumat (23/10/2020).

Dijelaskan Ati, pendistribusian vaksin dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ditargetkan untuk 63.536 sasaran utama, yakni tenaga kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri pada bulan Desember mendatang.

Untuk tenaga kesehatan dialokasikan sebanyak 45.829 vaksin, kemudian untuk petugas Satpol PP, TNI dan Polri se-Banten sebanyak 17.088 vaksin.

"Kami prioritaskan tenaga kesehatan kemudian Satpol PP, TNI/Polri yang berada di garda terdepan. Bukan di perkantoran tapi di lapangan," ujar Ati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Prostitusi di Sunter, 4 Anak 'Dijual' Rp 20 Juta

Kasus Prostitusi di Sunter, 4 Anak "Dijual" Rp 20 Juta

Megapolitan
Selama PPKM Jilid I, 95 Orang dan 4 Usaha di Kota Tangerang Didenda karena Langgar Prokes

Selama PPKM Jilid I, 95 Orang dan 4 Usaha di Kota Tangerang Didenda karena Langgar Prokes

Megapolitan
Kapolri Sebut Polantas Tak Lagi Menilang, Warga: Tilang Elektronik Lebih Menakutkan

Kapolri Sebut Polantas Tak Lagi Menilang, Warga: Tilang Elektronik Lebih Menakutkan

Megapolitan
Beda Cara Anies dan Riza Patria Pandang Angka Kematian akibat Covid-19 di Jakarta...

Beda Cara Anies dan Riza Patria Pandang Angka Kematian akibat Covid-19 di Jakarta...

Megapolitan
4 Anak yang Terlibat Prostitusi Digerebek bersama Seorang Pria di Hotel Kawasan Sunter

4 Anak yang Terlibat Prostitusi Digerebek bersama Seorang Pria di Hotel Kawasan Sunter

Megapolitan
Selama Pandemi, 87 Penghuni Apartemen Kalibata City Positif Covid-19

Selama Pandemi, 87 Penghuni Apartemen Kalibata City Positif Covid-19

Megapolitan
Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X