123 Rumah di Kaliabang Tengah Diterjang Angin Puting Beliung

Kompas.com - 23/10/2020, 19:48 WIB
Angin puting beliung menerjang Kampung Rawa Silem, Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, Jumat (23/10/2020). Dokumen BPBD Kota BekasiAngin puting beliung menerjang Kampung Rawa Silem, Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, Jumat (23/10/2020).


BEKASI, KOMPAS.com - Sebanyak 123 rumah di kawasan Kaliabang Tengah, Kota Bekasi diterjang angin puting beliung, Jumat (23/10/2020).

Koordinator Satgas BPBD Kota Bekasi Karsono mengatakan, angin puting beliung itu terjadi pukul 13.30 WIB.

"Lokasi kejadiannya (puting beliung) ada di Kampung Rawa Silem RW 006 Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara," ujar Karsono saat dihubungi, Jumat ini.

Baca juga: 63 Rumah Warga di Babelan, Bekasi Diterjang Angin Puting Beliung

Karsono menyebut, ada lima RT yang terdampak angin puting beliung di kawasan Kaliabang Tengah.

Rinciannya, ada 2 rumah yang terdampak di RT 001 RW 006, 67 rumah yang terdampak di RT 005 RW 006, 7 rumah yang terdampak di RT 011 RW 006, 37 rumah yang terdampak di RT 012 RW 006, dan 10 rumah yang terdampak di RT 002 RW 007.

Dari 123 rumah yang terdampak puting beliung, ada 99 rumah yang rusak sedang dan 10 rumah yang rusak berat.

"Kami koordinasi dengan Dinas Sosial maupun Tagana, itu ada 10 rumah yang rusak berat yang diberikan bantuan, untuk sementara pakai terpal dulu untuk atapnya," kata dia.

Karsono mengatakan, pihak dari BPBD masih lakukan evakuasi di lapangan. Dia juga mengatakan, pihaknya telah mendirikan tenda untuk warga sementara mengungsi.

Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa dari angin puting beliung tersebut.

"Tidak ada korban jiwa" tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X