BPBD Mulai Evakuasi Warga Perumahan Korban Banjir di Bekasi

Kompas.com - 25/10/2020, 06:41 WIB
Warga dan staf Pemerintah Kota Bekasi kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir yang masih memenuhi jalan-jalan Perumahan Kemang Ifi, Jatiasih, Kota Bekasi, selepas berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWarga dan staf Pemerintah Kota Bekasi kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir yang masih memenuhi jalan-jalan Perumahan Kemang Ifi, Jatiasih, Kota Bekasi, selepas berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir, Rabu (15/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mulai mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir akibat tingginya debit air di Sungai Bekasi, yang merupakan pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas.

“Kami sudah evakuasi seperti anak-anak, wanita dan warga lanjut usia dahulu. Perahu juga sudah stand by di lokasi,” kata Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi Hendra saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Minggu (25/10/2020) dini hari.

Hendra mengatakan saat ini timnya sedang mengevakuasi warga di Pondok Gede Permai.

Beberapa wilayah lainnya di pinggir Sungai Bekasi yang terendam banjir antara lain Perumahan Villa Jatirasa, Villa Nusa Indah, Teluk Pucung dan Kemang Ifi.

Baca juga: Minggu Dini Hari, Beberapa Perumahan di Bekasi Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Tinggi air di Sungai Bekasi yang merupakan jalur pertemuan sungai Cileungsi dan Cikeas pada Minggu dini hari mencapai 715 sentimeter. Tinggi air ini akibat derasnya hujan di Bogor sepanjang Sabtu (24/10/2020) sore hingga malam.

Lokasi hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas berada di Bogor, Jawa Barat.

“Jadi yang terdampak banjir di jalur pertemuan dua sungai ini, sampai ke hilir di Teluk Pucung, Bekasi,” ujar Hendra.

Ketinggian air di beberapa perumahan itu di mulai dari 60 sentimeter hingga 190 sentimeter. Banjir terparah terjadi di Vila Jatirasa dengan ketinggian 190 sentimeter.

“Kami BPBD sudah siap di lokasi,” ujar dia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X