Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Kompas.com - 25/10/2020, 22:49 WIB
Foto udara banjir yang merendam perumahan Villa Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020). Banjir akibat luapan kali Cikeas dengan ketinggian 60 cm - 2 meter memasuki pemukiman warga pada (24/10) pukul 23.00 WIB. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHFoto udara banjir yang merendam perumahan Villa Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020). Banjir akibat luapan kali Cikeas dengan ketinggian 60 cm - 2 meter memasuki pemukiman warga pada (24/10) pukul 23.00 WIB.

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Minggu (25/10/2020), meninjau lokasi banjir yang terjadi di Perumahan Griya Cimanggu Indah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Bima menyebut, dari laporan yang diterimanya, banjir itu terjadi karena adanya material longsor yang menutup saluran air di kawasan itu.

Bima pun memerintahkan petugas untuk segera mengevakuasi material longsor dengan menggunakan alat berat.

"Ada bangunan liar yang longsor, kemudian puing-puingnya itu menutupi saluran air. Sudah ketemu titiknya, tapi kita sedang usahakan agar dipercepat normalisasinya," kata Bima.

Baca juga: Kota Bogor Dapat Jatah 200.000 Vaksin Covid-19, Bima Arya Sebut Tenaga Medis Jadi Prioritas

"Sekarang masih dikerjakan. Karena itu longsor dan mampet makanya air tidak bisa mengalir. Petugas masih berusaha mengurainya," sambung dia.

Petugas sudah melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir tersebut.

Meski begitu, kata Bima, masih ada beberapa warga yang masih bertahan di rumahnya.

"Terus kita pantau. Yang penting sekarang percepatan pengerjaan di situ dan dibantu untuk memindahkan barang-barangnya. Saya minta untuk diperhatikan bantuan kebutuhan warga, obat-obatan, makanan, dan lain-lain," sebut dia.

Di Kota Bogor sendiri, ada 14 titik banjir setelah hujan deras melanda sejak Sabtu sore hingga malam hari.

Baca juga: Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Bima meminta kepada aparatur di masing-masing wilayah memastikan normalisasi saluran-saluran kolam retensi atau danau-danau yang kemungkinan bisa meluber.

Termasuk, menertibkan bangunan-bangunan liar yang berpotensi menjadi penyebab banjir.

"Saat ini teridentifikasi 14 titik. Menurut BMKG intensitas hujan masih cukup tinggi dalam minggu-minggu ini," lanjut dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Wajah Penumpang KRL Berdarah karena Dipukul Satpam, KCI Sebut Sudah Damai

Viral Foto Wajah Penumpang KRL Berdarah karena Dipukul Satpam, KCI Sebut Sudah Damai

Megapolitan
Perlintasan KA Sebidang di Palmerah Ditutup Permanen, Pembangunan Fly Over atau Underpass Dikaji

Perlintasan KA Sebidang di Palmerah Ditutup Permanen, Pembangunan Fly Over atau Underpass Dikaji

Megapolitan
Daftar Kegiatan yang Dihadiri Wagub DKI Riza Patria Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Daftar Kegiatan yang Dihadiri Wagub DKI Riza Patria Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Anggota DPRD yang Pernah Kontak dengan Wagub DKI Disebut Telah Tes Swab

Anggota DPRD yang Pernah Kontak dengan Wagub DKI Disebut Telah Tes Swab

Megapolitan
Angkasa Pura II Persiapkan Tiga Hal Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Nataru

Angkasa Pura II Persiapkan Tiga Hal Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Nataru

Megapolitan
5 Warga Pluit Dilaporkan ke Polisi karena Tolak Proyek BTB School, Kuasa Hukum: Bentuk Intimidasi

5 Warga Pluit Dilaporkan ke Polisi karena Tolak Proyek BTB School, Kuasa Hukum: Bentuk Intimidasi

Megapolitan
Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Megapolitan
Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Megapolitan
Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X