Kompas.com - 26/10/2020, 16:17 WIB
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Calon wakil wali kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) bakal menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang dialaminya di media sosial.

"Pelecehan seksual tidak bisa ditolerir. Kami sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum," ujar Sara, Senin (26/10/2020).

Sara menjelaskan bahwa langkah hukum perlu dipertimbangkan karena pelecehan seksual, termasuk yang dialaminya dalam kontestasi Pilkada Tangerang Selatan 2020, tidak bisa ditoleransi.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Calon Muhamad-Sara, Wanto Sugito mengatakan bahwa pihaknya mendukung Sara untuk segera mengambil langkah hukum.

Baca juga: Dilecehkan Lewat Unggahan Foto Hamil, Rahayu Saraswati: Tidak Bisa Ditolerir

"Jelas pelaku ini memiliki niat untuk melakukan pencemaran seksualitas terhadap Rahayu Saraswati," kata Wanto.

Saat ini, kata Wanto, pihaknya bakal terlebih dahulu berdiskusi dengan Tim Hukum Muhamad-Sara untuk menentukan langkah selanjutnya.

Namun, dia memastikan bahwa tim pemenangan bakal berupaya mencari siapa sosok di balik unggahan bernarasi pelecehan terhadap calon wakil wali kota yang didukungnya.

"Saya belum bisa simpulkan, tapi siapa pun pelakunya pasti ada kaitan dengan pilkada di Tangsel," kata dia.

"Kita serahkan kepada pihak terkait untuk mencari pelaku dan aktornya. Yang pasti kita akan kejar," sambungnya.

Sebelumnya, beredar di jejaring sosial Facebook, unggahan foto Sara ketika hamil dengan takarir gambar bernada pelecehan.

Baca juga: Muhamad-Rahayu Saraswati Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis untuk Semua Warga Tangsel

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heru Budi Minta Pasar-pasar di Jakarta Timur Dipercantik

Heru Budi Minta Pasar-pasar di Jakarta Timur Dipercantik

Megapolitan
Rumah Senilai Rp 500 Juta di Bekasi Habis Dilalap Api, Diduga akibat Korsleting

Rumah Senilai Rp 500 Juta di Bekasi Habis Dilalap Api, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rapat dengan Pemkot Jaktim, Heru Budi Ingatkan Anak Buah Minimalisasi Potensi Banjir

Rapat dengan Pemkot Jaktim, Heru Budi Ingatkan Anak Buah Minimalisasi Potensi Banjir

Megapolitan
Kumpulkan Anak Buah, PJ Gubernur DKI Heru Budi Bahas Perekonomian 2023

Kumpulkan Anak Buah, PJ Gubernur DKI Heru Budi Bahas Perekonomian 2023

Megapolitan
Satu KRL Anjlok Dua Kali, KAI Harus Investigasi Penyebabnya

Satu KRL Anjlok Dua Kali, KAI Harus Investigasi Penyebabnya

Megapolitan
Heru Budi Gelar Rapim di Balai Kota, Pejabat Pemprov DKI Dilarang Bawa Ponsel

Heru Budi Gelar Rapim di Balai Kota, Pejabat Pemprov DKI Dilarang Bawa Ponsel

Megapolitan
Kronologi Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Kesal karena Uang Kembalian Keliru

Kronologi Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Kesal karena Uang Kembalian Keliru

Megapolitan
Hari Ini, Pemprov DKI Akan Tentukan Besaran UMP 2023

Hari Ini, Pemprov DKI Akan Tentukan Besaran UMP 2023

Megapolitan
Viral Video Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Keduanya Berdamai

Viral Video Pria Pukul Petugas Wanita di SPBU Tangerang, Keduanya Berdamai

Megapolitan
Ini yang Tabu Dilakukan 'Talent Sleep Call' kepada Pelanggannya...

Ini yang Tabu Dilakukan "Talent Sleep Call" kepada Pelanggannya...

Megapolitan
Tim SAR Temukan Bocah Laki-laki yang Tenggelam di KBT

Tim SAR Temukan Bocah Laki-laki yang Tenggelam di KBT

Megapolitan
Jakpro Tak Lagi Patok Tarif Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta Per Bulan

Jakpro Tak Lagi Patok Tarif Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta Per Bulan

Megapolitan
Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Megapolitan
Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas 'Dog Lover'

Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas "Dog Lover"

Megapolitan
Update Kasus Anak Kombes Aniaya Teman, Terduga Pelaku Sudah Diperiksa tetapi Polisi Bungkam

Update Kasus Anak Kombes Aniaya Teman, Terduga Pelaku Sudah Diperiksa tetapi Polisi Bungkam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.