Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

Kompas.com - 28/10/2020, 08:53 WIB
Fahrurrozi Ishaq, anggota Forum Umat Islam (FUI) dan Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang disebut tiga kali oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan dijadikan gubernur tandingan melawan Basuki Tjahaja Purnama, di depan Balaikota, Senin (10/11/2014). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAFahrurrozi Ishaq, anggota Forum Umat Islam (FUI) dan Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang disebut tiga kali oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan dijadikan gubernur tandingan melawan Basuki Tjahaja Purnama, di depan Balaikota, Senin (10/11/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Fahrurrozi Ishaq, salah satu pemimpin Front Pembela Islam (FPI), meninggal dunia akibat Covid-19 di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2020).

Kabar tersebut dibenarkan Kabid Pelayanan Medis dan Perawatan Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Yayok Witarto.

Menurut Yayok, korban sempat menjalani tes Covid-19 dan hasilnya positif.

"Benar beliau menjalani PCR swab di RS Polri, hasilnya confirm Covid-19," kata Yayok saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Ini Gubernur Tandingan yang Diajukan FPI untuk Melawan Ahok

Yayok juga membenarkan bahwa pemuka agama yang sempat dideklarasikan sebagai gubernur tandingan pada masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu sempat menolak dirawat di rumah sakit.

Padahal, pihak RS Polri Kramat Jati telah menyiapkan ruang VVIP untuk perawatan Fahrurrozi.

Alhasil, pihak keluarga membawa kembali korban untuk dirawat di rumahnya.

Namun, berdasarkan informasi, kondisinya memburuk dan sempat mendapatkan perawatan di RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur.

"Benar, RS Polri sudah menyiapkan beliau ruang VVIP khusus Covid-19. Namun, beliau tidak berkenan," paparnya.

Baca juga: FPI Sebut Gubernur Tandingan Lebih Unggul dari Ahok

Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin membenarkan mengenai kabar meninggalnya Fahrurrozi.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X