Kronologi Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota, Ancam Membakar hingga Mengaku Dianiaya Anggota TNI

Kompas.com - 28/10/2020, 10:08 WIB
Sebuah video berdurasi 41 detik yang diterima Kompas.com menampilkan seorang wanita paruh baya membawa bensin ke gedung Balai Kota Pemprov DKI di Jakarta Pusat. Tangkapan layar video WhatsAppSebuah video berdurasi 41 detik yang diterima Kompas.com menampilkan seorang wanita paruh baya membawa bensin ke gedung Balai Kota Pemprov DKI di Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan kronologi seorang wanita yang diketahui membawa bensin ke gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/10/2020) kemarin.

Menurut Budi, wanita yang tak diketahui namanya itu tiba di Balai Kota sekitar pukul 12.00 WIB. Sesuai protap keamanan, wanita itu harus melewati pemeriksaan melalui mesin x-ray terlebih dahulu di lobby gedung.

Kepada petugas, wanita itu mengaku ingin bertemu Kepala Biro Perekonomian di lantai 12 gedung blok G Balai Kota. Berdasarkan hasil pemeriksaan x-ray, wanita itu diketahui hanya membawa botol air mineral di dalam tasnya. Petugas pun tak mencurigainya.

Baca juga: Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

"Nah kan di dalam (pemeriksaan) x-ray kan keliatan hanya cairan, kita berpikir itu air mineral. Lalu, dia naik ke lantai 12 ke Biro Perekonomian," kata Budi saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

Sesampainya di lantai 12, wanita itu memaksa bertemu dengan Kepala Biro Perekonomian dengan alasan ingin memberikan surat. Anggota pengamanan dalam (Pamdal) di lantai 12 pun memeriksa isi surat yang dibawa wanita tersebut.

"Kami menduga ibu ini juga mengalami gangguan jiwa karena suratnya aneh, bahasanya tidak beraturan," ujar Budi.

Dalam surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, wanita itu ingin meminta pencairan dana di Bank DKI. Petugas pun mulai mencurigai wanita itu dan menggeledah tasnya.

Baca juga: Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

Tak disangka, wanita itu justru berdebat dengan petugas karena tak diizinkan bertemu Kabiro Perekonomian. Setelah digeledah, Pamdal dibantu TNI dan Polri menemukan botol mineral berisi bensin.

"Akhirnya kita geledah tasnya, ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton gitu. Akhirnya kita amankan lah bensinnya," ucap Budi.

Sementara itu, wanita berpakaian serba hitam tersebut terus berteriak dan melontarkan pernyataan ingin membakar gedung Balai Kota.

"Saya tidak terima, bakar gedung. Saya tidak terima, nyawa hilang," teriak wanita dalam rekaman video berdurasi 41 detik yang diterima Kompas.com.

Petugas pun hanya mengamankan barang bukti berupa surat dan botol air mineral berisi bensin. Sedangkan wanita tersebut dilepas dan diminta keluar dari gedung Balai Kota.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Buka Pendaftaran Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu, Ini Kriterianya

"Kita tidak amankan, kita lepas, kita ambil barang buktinya saja karena kita melihat dari suratnya ini bahasanya enggak nyambung antara satu kalimat dan kalimat yang lain. Kita menduga (wanita itu) sakit jiwa, akhirnya kita lepas," ujar Budi.

Mengaku dianiaya TNI

Tak lama berselang setelah kepergian wanita tersebut, polisi militer (POM) Kodam Jaya mendatangi Balai Kota DKI karena menerima laporan adanya penganiayaan yang dilakukan anggota TNI kepada seorang wanita.

Budi kemudian menjelaskan kronologi kejadian wanita yang membawa bensin itu kepada pihak POM Kodam Jaya serta membantah adanya penganiayaan.

Kendati demikian, Budi mengaku tak mengetahui bagaimana cara wanita tersebut dapat membuat laporan ke POM Kodam Jaya.

"Tapi enggak lama, ibu itu ternyata melaporkan salah satu (anggota) TNI ke POM Kodam Jaya. Akhirnya orang POM datang, akhirnya saya jelaskan semuanya kepada POM," ucap dia.

Budi juga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Gambir atas dugaan pencemaran nama baik dan ancaman pengrusakan aset negara.

"Saya sudah bersurat ke Polsek Gambir, melaporkan bahwa ibu itu melakukan, mengancam pengrusakan aset pemerintah dan mencemarkan nama baik," ujar Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Megapolitan
Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Valentino Simanjuntak dan Pentingnya Komentator Sepak Bola bagi Oki Kurnia yang Tunanetra

Valentino Simanjuntak dan Pentingnya Komentator Sepak Bola bagi Oki Kurnia yang Tunanetra

Megapolitan
Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Megapolitan
2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

Megapolitan
Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Megapolitan
Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Megapolitan
Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Megapolitan
[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X