[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Kompas.com - 30/10/2020, 09:01 WIB
Warga membersihkan rumahnya pascabanjir yang merobohkan tembok pembatas kali di perumahan Green Malaka Residence, Ciracas, Jakarta, Minggu (11/10/2020). Banjir yang merendam sejumlah permukiman di Ciracas itu disebabkan karena meluapnya Kali Cipinang akibat hujan lebat pada Sabtu (10/10) kemarin ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSWarga membersihkan rumahnya pascabanjir yang merobohkan tembok pembatas kali di perumahan Green Malaka Residence, Ciracas, Jakarta, Minggu (11/10/2020). Banjir yang merendam sejumlah permukiman di Ciracas itu disebabkan karena meluapnya Kali Cipinang akibat hujan lebat pada Sabtu (10/10) kemarin

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa banjir di Ciracas, Jakarta Timur yang terjadi akibat ambruknya dinding pabrik PT Khong Guan berbuntut panjang.

Warga menuntut ganti rugi kepada perusahaan tersebut. Namun, nilai ganti rugi sebesar Rp 350 juta yang diajukan warga ditawar setengahnya oleh pihak perusahaan.

Warga belum memberikan jawaban terhadap permintaan perusahaan. Salah seorang warga mengaku geram dengan PT Khong Guan karena peristiwa ambruknya dinding pabrik juga pernah terjadi pada 2012.

Baca juga: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

Selain peristiwa perjuangan warga Ciracas terhadap PT Khong Guan, isu yan dibaca lainnya adalah soal kisah para penggali harian asal Brebes yang hidup luntang-lantung selama puluhan tahun di ibu kota.

Berikut empat berita populer Megapolitan Kompas.com sepanjang kemarin, Kamis (29/10/2020):

1. PT Khong Guan tawar setenah nilai ganti rugi kepada warga

Pertemuan pertama antara manajamen PT Khong Guan dengan warga RW 08, Ciracas, Jakarta Timur, berakhir tanpa kesepakatan, Selasa (27/10/2020).

PT Khong Guan melakukan penawaran untuk membayar kisaran 50 persen dari total nilai kerugian Rp 350 juta yang diajukan warga. Hal tersebut dikatakan Lurah Ciracas, Rikia Marwan selaku pihak yang mengawasi jalannya pertemuan.

"Dengan tawar menawar manajemen kisaran 50 persen (dari total kerugian), masih tawar menawar," kata Rikia saat dihubungi, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Atas penawaran tersebut, warga berembuk kembali untuk memberikan jawaban kepada PT. Khong Guan. Dengan demikian, belum ada kesepakatan berapa nilai ganti rugi yang akan diterima warga.

Dalam rapat tersebut, lurah mengamati ada beberapa alasan mengapa PT Khong Guan meminta pengurangan nilai ganti rugi.

"Mereka bilang alasannya mereka lagi banyak alat yang rusak, tidak berproduksi ditambah situasi di tengah Covid-19. Kita tetap kembalikan lagi ke hasil rembuk warga," kata dia.

Rikia memastikan akan ada pertemuan selanjutnya guna memastikan jawaban warga atas penawaran tersebut.

Baca selengkapnya di sini.

Para tukang gali harian sedang duduk menunggu pengguna jasa mereka di pinggir Jalan Adhyaksa Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta pada Rabu (28/10/2020) siang. Para tukang gali harian ini mayoritas berasal dari Brebes, Jawa Tengah dan sudah mengadu nasib di Jakarta selama puluhan tahun.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Para tukang gali harian sedang duduk menunggu pengguna jasa mereka di pinggir Jalan Adhyaksa Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta pada Rabu (28/10/2020) siang. Para tukang gali harian ini mayoritas berasal dari Brebes, Jawa Tengah dan sudah mengadu nasib di Jakarta selama puluhan tahun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ular Sanca hingga Kobra Jawa Ditemukan di Perumahan di Depok

Ular Sanca hingga Kobra Jawa Ditemukan di Perumahan di Depok

Megapolitan
Pelipatan 1 Juta Surat Suara Pilkada Tangsel Ditargetkan Rampung Dalam 4 Hari

Pelipatan 1 Juta Surat Suara Pilkada Tangsel Ditargetkan Rampung Dalam 4 Hari

Megapolitan
Antisipasi Penularan Covid-19, KPU Tangsel Tak Libatkan Warga untuk Lipat Surat Suara

Antisipasi Penularan Covid-19, KPU Tangsel Tak Libatkan Warga untuk Lipat Surat Suara

Megapolitan
UPDATE 24 November: Bertambah 1.015, Kini Ada 129.188 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 24 November: Bertambah 1.015, Kini Ada 129.188 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
62 Vaksinator di Bekasi Dilatih Jelang Pemberian Vaksin Covid-19

62 Vaksinator di Bekasi Dilatih Jelang Pemberian Vaksin Covid-19

Megapolitan
Truk Kayu Terguling, Lalu Lintas di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Tersendat

Truk Kayu Terguling, Lalu Lintas di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Tersendat

Megapolitan
Terlepas dari Truk, Kontainer Tergulir di Tol Jorr Cakung

Terlepas dari Truk, Kontainer Tergulir di Tol Jorr Cakung

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Biayai 9.800 Tes Swab Setiap Hari

Pemprov DKI Klaim Biayai 9.800 Tes Swab Setiap Hari

Megapolitan
Sudah 38 Orang Positif Covid-19 Hasil Pelacakan Kontak Lurah Petamburan

Sudah 38 Orang Positif Covid-19 Hasil Pelacakan Kontak Lurah Petamburan

Megapolitan
Pembangunan Pilar Jati Bike Park Macet 2 Minggu Belakangan

Pembangunan Pilar Jati Bike Park Macet 2 Minggu Belakangan

Megapolitan
Wagub DKI Minta Warga Petamburan Lakukan Tes Covid-19

Wagub DKI Minta Warga Petamburan Lakukan Tes Covid-19

Megapolitan
Polisi: Millen Cyrus Gunakan Sabu-sabu untuk Hilangkan Stres dan Galau

Polisi: Millen Cyrus Gunakan Sabu-sabu untuk Hilangkan Stres dan Galau

Megapolitan
Transjakarta Belum Bukan Lowongan, Hati-hati Penipuan

Transjakarta Belum Bukan Lowongan, Hati-hati Penipuan

Megapolitan
Pengiriman Sempat Terkendala, 1 Juta Surat Suara Tiba di Gudang KPU Tangsel

Pengiriman Sempat Terkendala, 1 Juta Surat Suara Tiba di Gudang KPU Tangsel

Megapolitan
Wagub DKI Minta Jokowi Buat Kebijakan untuk Tekan Angka Covid-19 Saat Libur Akhir 2020

Wagub DKI Minta Jokowi Buat Kebijakan untuk Tekan Angka Covid-19 Saat Libur Akhir 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X