Kembali Demo Tolak Omnibus Law, Massa Buruh Mulai Padati Patung Arjuna Wiwaha

Kompas.com - 02/11/2020, 11:34 WIB
Massa Buruh Membawa spanduk yang menyerukan penolakan pada Omnibus Law UU Cipta kerja, pada aksi unjuk rasa, Senin (2/11/2020) di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. KOMPAS.com/SONYA TERESAMassa Buruh Membawa spanduk yang menyerukan penolakan pada Omnibus Law UU Cipta kerja, pada aksi unjuk rasa, Senin (2/11/2020) di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa yang terdiri dari elemen buruh telah memadati kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020), sejak pukul 10.00 WIB.

Mereka kembali berunjuk rasa untuk menolak omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut pemerintah mencabut undang-undang tersebut.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa aksi membawa berbagai spanduk yang menyerukan penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja.

Baca juga: Buruh Akan Unjuk Rasa Hari Ini, Tolak Omnibus Law dan Tuntut Kenaikan Upah

"Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja. Lebih Buruk dari UUK No 13 Tahun 2003. Memiskinkan buruh. Hanya membuat Buruh Jadi Cilaka," demikian bunyi salah satu slogan yang dibawa oleh massa aksi.

Massa aksi juga membawa bendera merah putih.

Mereka berasal dari berbagai organisasi buruh, seperti KSPI, KSPSI, SPSI, FSPMI, KSPSI AGN, dan sebagiannya.

Imbas unjuk rasa tersebut, Jalan Medan Merdeka Barat sudah diblokade menggunakan pagar besi. Pihak kepolisian juga terpantau tengah berjaga di lokasi aksi.

Baca juga: Amankan Demo dan Kawal Buruh Ajukan Uji Materi ke MK, 5.190 Polisi Disebar di Harmoni hingga Patung Kuda

Selain menolak omnibus law UU Cipta Kerja, demo pada hari ini juga bertujuan untuk menuntut kenaikan upah minimum pada 2021.

Buruh juga akan menyerahkan gugatan uji materiil dan uji formil omnibus law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.

Aksi di Jakarta diikuti oleh buruh dari berbagai daerah, seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan sebagainya.

Aksi serupa juga dilaksanakan secara serentak di 24 provinsi lain di Indonesia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Megapolitan
Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Megapolitan
Menilik Proyek Rumah DP 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Menilik Proyek Rumah DP 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Megapolitan
Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

Megapolitan
5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

Megapolitan
Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

Megapolitan
Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

Megapolitan
300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

Megapolitan
Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

Megapolitan
Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Dirut PD Sarana Jaya Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Ketua Komisi B DPRD DKI Sebut Dirut PD Sarana Jaya Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Megapolitan
Pemprov DKI Mulai Data Penerima KJP Plus, Ini Tahapannya

Pemprov DKI Mulai Data Penerima KJP Plus, Ini Tahapannya

Megapolitan
Penggemar Berduyun-duyun Datang, Pembukaan Restoran Milik Artis Rizky Billar Dibubarkan Karena Langgar Prokes

Penggemar Berduyun-duyun Datang, Pembukaan Restoran Milik Artis Rizky Billar Dibubarkan Karena Langgar Prokes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X