Kaca Pesantren di Bekasi Pecah Tertembak Senapan Angin, Pelaku Mengaku Cuma Iseng

Kompas.com - 04/11/2020, 08:35 WIB
Ratusan senapan angin ilegal diamankan polisi di Malang. Senapan tersebut dijual di Jawa dan luar Jawa, Senin (30/6/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunRatusan senapan angin ilegal diamankan polisi di Malang. Senapan tersebut dijual di Jawa dan luar Jawa, Senin (30/6/2014).
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kaca sebuah pesantren di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, pecah tertembak peluru senapan angin, Minggu (1/11/2020).

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sutoyo mengatakan, pelaku yang mengarahkan tembakannya ke arah pesantren itu mengaku cuma iseng.

"Dia mengakui nembak-nembak iseng," kata Sutoyo saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Sakit Hati, Pria Gangguan Jiwa Tembak Tetangga dengan Senapan Angin, Begini Kronologinya

Sutoyo berujar, pelaku yang menembakkan peluru senapan angin itu merupakan warga yang tinggal di rumah kontrakan di depan gedung pesantren.

Pelaku yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mulanya sedang duduk di depan teras rumah sambil membawa senapan angin.

Dia berniat mencoba menggunakan senapan angin miliknya dengan melakukan beberapa kali tembakan.

Baca juga: Dua Warga Tertembak Senapan Angin oleh Orang Tak Dikenal di Kota Tangerang

Senapan angin itu diarahkan ke pesantren karena kegiatan pesantren sedang libur sehingga tidak ada orang.

"Habis itu, ada orang yayasan datang ke sekolah (pesantren). Dia tanya, 'Kok ada tembakan-tembakan.' Pelurunya kecil-kecil kan jatuh di bawah," ujar Sutoyo.

Pihak pesantren kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Bekasi Kota.

Baca juga: Keponakan Tembak Paman dengan Senapan Angin hingga Tewas, Ngaku Tak Sengaja

Polisi lalu mendatangi lokasi dan mencari tahu asal peluru tersebut dan orang yang menembakkannya.

"Nah ketemulah orangnya. Saya bawa ke sekolah situ, dia mengakui nembak-nembak iseng," jelas Sutoyo.

Polisi kemudian mempertemukan pelaku dengan pihak yayasan di pesantren.

Setelah itu, kedua pihak dibawa ke kantor polisi untuk dimediasi. Mereka akhirnya sepakat untuk berdamai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Seluruh Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Seluruh Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

Megapolitan
Ragam Hukuman Nyeleneh Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman Nyeleneh Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Megapolitan
Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Megapolitan
Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Megapolitan
Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Megapolitan
Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Hujan Merata Nanti Malam

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Hujan Merata Nanti Malam

Megapolitan
UPDATE: 4.284 Kasus Aktif di Depok, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

UPDATE: 4.284 Kasus Aktif di Depok, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X