Dapat CSR dari Swasta, Kapan Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok Dibuka?

Kompas.com - 04/11/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah SHUTTERSTOCK/irem01Ilustrasi isolasi mandiri di rumah

DEPOK, KOMPAS.com - Pejabat Sementara Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengeklaim bahwa persiapan tempat isolasi OTG Covid-19 di wilayahnya hampir beres.

Tempat yang dimaksud ialah tempat hasil sumbangan pihak swasta melalui program CSR-nya, bukan alih fungsi sejumlah hotel bintang 2 atau 3 yang difasilitasi oleh BNPB.

"Yang CSR, Senin kita sudah video conference dengan PT yang rencana (memberikan CSR-nya), dan sudah ditinjau kemarin sore," jelas Dedi saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (4/11/2020).

"Tinggal pemenuhan administratif, termasuk karena nanti munculnya di MoU (nota kesepahaman), bagaimana kesiapan pemkotnya," ujar dia.

Baca juga: Warga Depok yang Pulang dari Libur Panjang Diimbau Rapid Test

Dedi bilang, tempat yang disediakan melalui program CSR itu berbentuk wisma.

Pembiayaan soal sewa ruangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak swasta yang memberikan CSR-nya.

Namun, pembiayaan dan penyediaan sarana-prasarana kesehatan, termasuk tenaga-tenaga kesehatan, dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok.

"Nah kesiapan Pemkot maksudnya begini. Jadinya mereka sudah menyumbangkan yang mereka sewa, bangunan ataupun wisma itu, kami kan juga harus menyiapkan APD-nya, vitaminnya, untuk lokasi di sana," ungkap Dedi.

"Tenaga dan fasyankesnya (fasilitas pelayanan kesehatan) dari kami. Siapa yang memeriksakan ke situ, melihat perkembangan, itu tetap dari kami," lanjutnya.

Baca juga: Cimanggis Jadi Zona Kuning di Depok meski Banyak Warga Terpapar Covid-19

Kamis (5/11/2020) besok, kedua pihak rencananya akan duduk bareng membahasnya untuk menemukan titik kesepakatan.

Hingga data diperbarui kemarin, Kota Depok total telah mencatat total 7.328 kasus positif Covid-19. Sebanyak 994 di antaranya sedang ditangani saat ini.

Sekitar 80 persen kasus adalah pasien tanpa gejala yang, karena ketiadaan lokasi isolasi khusus, mereka terpaksa isolasi mandiri di rumah dan berpotensi meningkatkan penularan virus corona di lingkungan tempat tinggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X