Wilayahnya Disebut Kumuh, Karang Taruna di RW 05 Jatinegara Risih dan Gengsi

Kompas.com - 05/11/2020, 14:59 WIB
Bangunan liar di RT 07, RW 05, Kelurahan Jatinegara, Kecamatam Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIBangunan liar di RT 07, RW 05, Kelurahan Jatinegara, Kecamatam Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kaum milenial di RW 05 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, merasa risih dengan status kampung kumuh di daerah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris RW 05, Asit Faizal.

"Bagi kaum milenial, anak-anak muda itu risih dengan kata-kata 'kumuh', terutama para anggota karang taruna. Masih ada gengsi," kata Asit Faizal di lokasi, Kamis (5/11/2020).

Kaum milenial, sebut Asit, sering menyampaikan keluh kesah di grup WhatsApp RW.

Sebaliknya, bagi tetua RW, tidak masalah kampung mereka berstatus kumuh.

Baca juga: Keluh Kesah Ketua RW di Jatinegara, Pembangunan Lambat meski Sudah Diberi Status Kampung Kumuh

"Karena keadaannya begini, ya memang bagaimana lagi," ujar Asit.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua RW 05, Ahmad Saihu. Ia merasa tidak terbebani dengan status kampung kumuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Justru merasa bersyukur," kata pria yang menjabat sebagai Ketua RW sejak 2010 itu.

RW 05 Kelurahan Jatinegara ditetapkan sebagai salah satu kampung kumuh oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak 2010.

Berdasarkan salinan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta periode 2018-2022 pada situs Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, ditargetkan sebanyak 56 RW ditata pada 2020.

Baca juga: Menengok RW 05 Jatinegara, yang Masuk Daftar Kampung Kumuh

Penataan kampung kumuh itu menggunakan konsep community action plan (CAP). Namun, penataan kampung kumuh tertunda akibat pandemi Covid-19.

Hal ini juga disampaikan oleh Ahmad Saihu ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.

"Semenjak ada pandemi CAP itu mundur, harusnya 2020 sudah action," ujar Ahmad.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Megapolitan
Polisi: Penimbunan Obat Pasien Covid-19 oleh PT ASA atas Motif Ekonomi Direktur dan Komisaris

Polisi: Penimbunan Obat Pasien Covid-19 oleh PT ASA atas Motif Ekonomi Direktur dan Komisaris

Megapolitan
Isi Bensin hingga Full Tank di SPBU Kodam Bintaro, Pengemudi BMW Langsung Kabur Tak Bayar Tagihan

Isi Bensin hingga Full Tank di SPBU Kodam Bintaro, Pengemudi BMW Langsung Kabur Tak Bayar Tagihan

Megapolitan
KAI Daop 1 Batasi Penumpang Kereta Jarak Jauh Usia di Bawah 12 Tahun

KAI Daop 1 Batasi Penumpang Kereta Jarak Jauh Usia di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
Jakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan

Jakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Direktur dan Komisaris Utama PT ASA Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Direktur dan Komisaris Utama PT ASA Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Satgas Covid-19 Tangsel: Kasus Harian Melonjak karena Testing Kian Masif

Satgas Covid-19 Tangsel: Kasus Harian Melonjak karena Testing Kian Masif

Megapolitan
Depot Isi Ulang Oksigen di Setiabudi Kini Makin Sepi, padahal Sempat Gratis

Depot Isi Ulang Oksigen di Setiabudi Kini Makin Sepi, padahal Sempat Gratis

Megapolitan
Selidiki Dugaan Kartel, Polisi Cek Adanya Kesepakatan Harga Antarkrematorium

Selidiki Dugaan Kartel, Polisi Cek Adanya Kesepakatan Harga Antarkrematorium

Megapolitan
Ribuan Kader Dasawisma di Jakpus Dikerahkan Bujuk Warga Ikut Vaksinasi

Ribuan Kader Dasawisma di Jakpus Dikerahkan Bujuk Warga Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Kecamatan Kembangan Miliki Tim Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di Tiap Kelurahan

Kecamatan Kembangan Miliki Tim Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di Tiap Kelurahan

Megapolitan
Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Megapolitan
Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Megapolitan
Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Pemkot Tangerang Janji Akan Tindak Oknum yang Lakukan Pungli Bansos

Megapolitan
Mobil Pecah Ban di Matraman, Oleng lalu Tabrak Petugas Dinas Pertamanan

Mobil Pecah Ban di Matraman, Oleng lalu Tabrak Petugas Dinas Pertamanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X