Anies: Pandangan Sepeda untuk "Sport" Harus Diubah Jadi "Transport"

Kompas.com - 05/11/2020, 17:31 WIB
Warga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2020). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2020). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengemukakan pandangan sepeda untuk olahraga (sport) harus diubah dengan pandangan sepeda sebagai alat transportasi (transport).

"Selama ini mayoritas memandang sepeda sebagai alat olahraga, sport, harus diubah jadi transport. Ini yang sedang kita kerjakan, dengan adanya infrastruktur sepeda itu, harapannya pengemudi sepeda merasa lebih nyaman kalau ada di jalan menggunakan sepeda-sepeda transport," kata Anies di Jakarta, Kamis (5/11/2020), seperti dikutip Antara.

Dalam beberapa bulan ini, kata Anies, telah terjadi peningkatan jumlah pengguna sepeda. Berdasarkan laporan ada peningkatan 10 kali lipat.

Baca juga: Janji Anies Sediakan 500 Kilometer Jalur Sepeda di Tengah Maraknya Aksi Begal Pesepeda

Beberapa bulan ini, yang menggunakan sepeda di hari kerja di sekitar Sudirman-Thamrin dihitung oleh Dishub mengalami lonjakan 10 kali lipat.

"Artinya, kita sudah mulai menyaksikan orang menggunakan sepeda alat transport," kata dia.

Jumlah tersebut, kata Anies, bisa mengalami peningkatan lagi jika dari 63 kilometer (km) jalur sepeda di Jakarta saat ini, bisa ditingkatkan hingga target 500 km jalur sepeda tercapai.

"Terkait rencana membangun jalur sepeda, saat ini sudah terbangun 63 km jalur sepeda. Kita merencanakan membangun sampai 500 km jalur sepeda di Jakarta untuk meningkatkan jumlahnya," ujar dia.

Meski demikian, Anies memperkirakan pembangunan jalur sepeda sepanjang 500 kilometer di Jakarta, bakal tertunda karena anggaran Pemerintah DKI masih difokuskan untuk penanggulangan COVID-19 dan banjir.

"Kami ingin nomor satu COVID-19 dulu tertangani dengan baik," kata Anies.

Baca juga: 10 Begal Pesepeda Ditangkap, Kapolda Metro: Pelaku Tidak Berkelompok

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI terkontraksi cukup besar karena COVID-19.

"Prioritas memang penanganan COVID-19, sambil kita lihat apakah masih ada ruang untuk itu (pembangunan jalur sepeda)," ujarnya.

Anies menyatakan, Pemprov DKI berjanji bakal terus membangun secara bertahap infrastruktur sepeda di Ibu Kota.

"Dengan adanya infrastruktur itu harapannya pengemudi sepeda merasa lebih nyaman kalau ada di jalan menggunakan sepeda," tuturnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Megapolitan
Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

Megapolitan
Ragam Hukuman 'Nyeleneh' bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman "Nyeleneh" bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Megapolitan
Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Megapolitan
Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Megapolitan
Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Megapolitan
Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X