PKS Akan Jorjoran di Pilkada 2020 karena Dinilai Persiapan Menuju 2024

Kompas.com - 06/11/2020, 12:40 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Syaikhu di SDN Samudrajaya 04, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANAnggota Komisi V DPR RI, Ahmad Syaikhu di SDN Samudrajaya 04, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/1/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, secara terang-terangan mengakui partainya akan habis-habisan bertarung di Pilkada Serentak 2020.

Ia bilang, kerja PKS di Pilkada Serentak 2020 bakal krusial menentukan nasib mereka pada Pemilu 2024.

"Dalam pandangan kami, jika sukses Pilkada 2020, ini akan menjadi anak tangga bagi kemenangan PKS di 2024," ujar Syaikhu kepada wartawan di Depok, Kamis (5/11/2020).

Syaikhu berujar, PKS ikut berkompetisi di 230 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2020. Dari semua itu, PKS menargetkan lebih dari 50 persen wilayah berhasil dimenangkan.

Baca juga: Ketika Presiden PKS Turun Gunung Jelang Pilkada Depok...

"Kami menargetkan mudah-mudahan Allah takdirkan diberikan kemenangan pada angka 60 persen, minimal, sehingga kami menargetkan sekitar 138 kota dan kabupaten, serta provinsi yang menang di Pilkada 2020 ini," ungkapnya.

Untuk meraih target itu, Syaikhu menginstruksikan agar seluruh kekuatan PKS di berbagai jenjang dikerahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sikap habis-habisan itu juga tergambar dengan lawatan Syaikhu ke Depok, kota yang menjadi salah satu pusat kekuatan partai itu dan akan menyelenggarakan Pilkada 2020. Di Depok PKS mengusung kandidat petahana Mohammad Idris yang berpasangan dengan Imam Budi Hartono.

"Apakah ini tanda petinggi PKS turun gunung, betul. Saya sebagai presiden PKS memerintahkan untuk seluruh jajaran yang ada di DPP, DPW, dan DPD, sampai ke DPC dan DPRa, seluruhnya itu turun untuk pemenangan di pilkada yang kami ikuti di seluruh Indonesia," ungkap eks Wakil Wali Kota Bekasi tersebut.

"Kedua, saya juga minta kepada seluruh pejabat publik PKS, apakah itu yang ada di DPR RI, atau ada yang di DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten, untuk turun dan membantu pemenangan Pilkada di 2020 ini," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
Khawatir Terkena Imbas Luapan Situ Cipondoh, Wali Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Turun Tangan

Khawatir Terkena Imbas Luapan Situ Cipondoh, Wali Kota Tangerang Minta Pemprov Banten Turun Tangan

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 32 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 22 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 32 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Polisi: Kasus Narkoba Meningkat di Jakarta Barat

Polisi: Kasus Narkoba Meningkat di Jakarta Barat

Megapolitan
Polisi yang Membantingnya Dimutasi Jadi Bintara Tanpa Jabatan, Korban: Cukup Puas

Polisi yang Membantingnya Dimutasi Jadi Bintara Tanpa Jabatan, Korban: Cukup Puas

Megapolitan
Polisi Bakal Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol di Mobil Alphard Miliknya

Polisi Bakal Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol di Mobil Alphard Miliknya

Megapolitan
Ingat, Ada Sistem Ganjil Genap jika Mau ke Taman Margasatwa Ragunan Akhir Pekan Ini

Ingat, Ada Sistem Ganjil Genap jika Mau ke Taman Margasatwa Ragunan Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Perempuan Diduga Ludahi dan Pukul Petugas KRL, KCI Tidak Kooperatif Saat Ditegur

Perempuan Diduga Ludahi dan Pukul Petugas KRL, KCI Tidak Kooperatif Saat Ditegur

Megapolitan
Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Ini Daftar Spot Wisata yang Sudah Bisa Dikunjungi

Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Ini Daftar Spot Wisata yang Sudah Bisa Dikunjungi

Megapolitan
Penjelasan Polisi soal Mobil Rachel Vennya yang Pakai Nopol RFS

Penjelasan Polisi soal Mobil Rachel Vennya yang Pakai Nopol RFS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.