Kompas.com - 06/11/2020, 16:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai pidato tanggapan pandangan fraksi di Gedung DPRD DKI Jakarta,Jumat (6/10/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai pidato tanggapan pandangan fraksi di Gedung DPRD DKI Jakarta,Jumat (6/10/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada lonjakan sebesar 2.752 persen untuk anggaran belanja tidak terduga (BTT) dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI Jakarta 2020.

BTT dalam APBD DKI 2020 sebesar Rp 188 miliar. Namun dalam rancangan APBD-P yang kini dibahas di DPRD DKI Jakarta angkanya membengkak jadi Rp 5,19 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, anggaran BTT yang membengkak itu dialokasikan di bidang kesehatan, pemulihan ekonomi, dan jaringan pengamanan sosial akibat Covid-19.

"Penanganan kesehatan antara lain pemberian honor tenaga kesehatan, pembelian alat penanganan Covid-19 yang diajukan oleh Dinas Kesehatan," kata Anies saat pidato untuk menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPRD DKI  di Gedung DPRD DKI, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: DPRD Kritik Rancangan APBD-P DKI 2020, dari Formula E sampai Dana PEN

Anies menambahkan, anggaran itu juga akan digunakan untuk pengadaan masker bagi masyarakat yang diajukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), pemberian honor relawan tenaga kesehatan yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah, dan pemberian akomodasi bagi tenaga kesehatan yang diajukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selain itu, kata Anies, ada juga alokasi anggaran untuk penanganan dampak ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk penyediaan jaring pengaman sosial, Anies mengatakan ada dua kegiatan yaitu pemberian sembako buat masyarakat yang diajukan oleh Dinas Sosial serta beasiswa yang diajukan Dinas Pendidikan.

"Pemberian beasiswa anak tenaga kesehatan yang meninggal dalam penanganan Covid-19 yang diajukan oleh Dinas Pendidikan," kata Anies.

Dia juga menyatakan, anggaran yang membengkak tersebut dalam pelaksanaannya sudah mendapat pengawasan dari pihak terkait untuk proses transparansi anggaran.

"SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) atau UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) telah mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi, BPKP dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk pengawasan agar penggunaan belanja bansos (bantuan sosial) dan BTT dimanfaatkan secara efektif untuk penanganan pandemi Covid-19," ujar Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.