Kompas.com - 06/11/2020, 16:16 WIB
Tangkapan Layar Instagram @esteh.indonesia Tangkapan Layar Instagram.com/esteh.indonesiaTangkapan Layar Instagram @esteh.indonesia

“Awalnya lihat istri bikin konten TikTok tentang dia kerja. Bukan joget kayak yang biasa saya tahu di TikTok. Jadi waktu itu saya bikin tentang usaha Es Teh dari awal gitu,” terang Haidhar.

Tak disangka, konten tersebut tiba-tiba viral.

@haidharwurjanto

Jangan anggap remeh ide bisnis yang receh!

? LATHI (???) - Weird Genius & Sara Fajira


Hingga November ini, konten yang diunggah Haidhar pada Mei 2020 tersebut telah dilihat lebih dari lima juta orang.

Imbasnya, penjualan Es Teh Indonesia kembali meningkat. Masyarakat yang mengenal produk Es Teh Indonesia semakin banyak.

Kerasa banget (pada penjualan). Langsung jadi lebih banyak yang aware, yang beli. Dari yang tadinya kami lumayan terbatas waktu pandemi,” jelasnya.

Haidhar menjelaskan bahwa ia merasa banyak kesamaan antara TikTok dengan caranya mengemas usaha Es Teh Indonesia sebagai minuman "receh", dan dikenal dekat dengan masyarakat Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“TikTok itu lebih receh, lebih apa adanya. Kami punya banyak kemiripan dengan apa yang kami ingin portray dari produk kami itu di TikTok. Sebagai brand yang dekat dengan masyarakat Indonesia, kayak TikTok,” jelas Haidhar.

Baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi, Nelayan Diajarkan Berjualan Ikan via Online

Ia menyatakan bahwa karakteristik media sosial TikTok berbeda dari media sosial lain.

Misalnya, jika dibandingkan dengan Instagram yang lebih mengedepankan estetika, TikTok hadir dengan karakteristik yang lebih sederhana dan apa adanya.

Belum lagi, masih sedikit usaha kuliner yang menggunakan TikTok sebagai media promosi.
Itulah sebabnya Es Teh Indonesia mampu terangkat di media sosial ini.

“Ini juga pas pandemi kan momennya TikTok, belum banyak yang usaha FnB (food and beverage) pakai TikTok,” jelas Haidhar.

"Yang receh, yang dekat dengan masyarakat, yang unik, itu ada di TikTok,” tambahnya.

Ciptakan lapangan pekerjaan di tengah pandemi

Bukan hanya meningkatkan penjualan. Pasca konten viral di TikTok, Es Teh Indonesia semakin banyak membuka cabang usaha, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan.

“(Waktu) pandemi pas-pasan, terbatas pergerakan. TikTok bisa dibilang menyelamatkan. Orang jadi lebih aware, tahu, viral, banyak yang pesan, dan audiens pun bisa lebih,” tambah Haidhar.

Haidhar menjelaskan bahwa sebelum membuat konten tersebut, Es Teh Indonesia hanya memiliki 20 cabang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Jambret Terjatuh Usai Rampas Ponsel Seorang Ibu di Duren Sawit

Dua Jambret Terjatuh Usai Rampas Ponsel Seorang Ibu di Duren Sawit

Megapolitan
21 Hari Berlalu, Polisi Masih Selidiki Kasus 5 Orang Tewas di Gorong-gorong Cipondoh

21 Hari Berlalu, Polisi Masih Selidiki Kasus 5 Orang Tewas di Gorong-gorong Cipondoh

Megapolitan
Pohon Tumbang di Palmerah, Timpa Motor dan Warung

Pohon Tumbang di Palmerah, Timpa Motor dan Warung

Megapolitan
Viral Spanduk Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir di Indomaret, Ini Tanggapan Polisi

Viral Spanduk Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir di Indomaret, Ini Tanggapan Polisi

Megapolitan
Komisi A DPRD DKI Minta Inspektorat Selidiki Pinjaman Rp 264,5 Kelurahan Duri Kepa

Komisi A DPRD DKI Minta Inspektorat Selidiki Pinjaman Rp 264,5 Kelurahan Duri Kepa

Megapolitan
Tarif Tes PCR di Soekarno-Hatta Rp 275.000 untuk Hasil Keluar Setelah 3 Jam dan 24 Jam

Tarif Tes PCR di Soekarno-Hatta Rp 275.000 untuk Hasil Keluar Setelah 3 Jam dan 24 Jam

Megapolitan
Pemkot Tangsel Mulai Uji Coba Pembukaan Kolam Renang, Pengunjung Maksimal 25 Persen

Pemkot Tangsel Mulai Uji Coba Pembukaan Kolam Renang, Pengunjung Maksimal 25 Persen

Megapolitan
Sopir Truk Diperiksa Terkait Tewasnya Polisi yang Terlindas di Tol Cikampek

Sopir Truk Diperiksa Terkait Tewasnya Polisi yang Terlindas di Tol Cikampek

Megapolitan
Polisi Tewas Terlindas Truk di Jalan Tol, Sopir Sempat Kabur

Polisi Tewas Terlindas Truk di Jalan Tol, Sopir Sempat Kabur

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Bantah Anggotanya Terima Uang Saat Sidak di Rumah Makan

Kasatpol PP Jakbar Bantah Anggotanya Terima Uang Saat Sidak di Rumah Makan

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Tarif Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Turun Jadi Rp 275.000

Mulai Hari Ini, Tarif Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Turun Jadi Rp 275.000

Megapolitan
Banksasuci di Tangerang Digusur demi Upaya Pencegahan Banjir

Banksasuci di Tangerang Digusur demi Upaya Pencegahan Banjir

Megapolitan
Batu Penggilingan Abad Ke-17 Dipindahkan dari Trotoar TB Simatupang ke Condet

Batu Penggilingan Abad Ke-17 Dipindahkan dari Trotoar TB Simatupang ke Condet

Megapolitan
Penjelasan Pemprov DKI Tak Penuhi Pembayaran Ganti Rugi Korban Penggusuran Rusunami Petamburan

Penjelasan Pemprov DKI Tak Penuhi Pembayaran Ganti Rugi Korban Penggusuran Rusunami Petamburan

Megapolitan
Seorang Polisi Tewas Terlindas Truk Saat Lakukan Pengawalan ke Bekasi

Seorang Polisi Tewas Terlindas Truk Saat Lakukan Pengawalan ke Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.