Ini Penjelasan Paspampres soal Kebakaran di Mako Paspampres

Kompas.com - 09/11/2020, 19:27 WIB
Ilustrasi kebakaran SHUTTERSTOCKIlustrasi kebakaran
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asintel Paspampres Letkol Wisnu Herlambang memberi penjelasan soal kebakaran yang terjadi di Markas Komando Paspampres, di Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020) siang.

Wisnu menjelaskan, kebakaran itu terjadi karena korsleting arus pendek yang kemudian membuat sebuah air conditioner (AC) dan gorden terbakar.

"Ini korsleting hubungan arus pendek. Baru membakar AC. Pas di dinding itu ada instalasi langsung ke AC, makanya kena gorden dulu lalu terbakar AC," kata Wisnu kepada Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Mesin AC di Mako Paspampres Terbakar, 4 Mobil Damkar Diterjunkan

Wisnu menjelaskan, jajaran Paspampres yang saat itu tengah berdinas langsung bergerak cepat untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas.

"Kita juga kan punya Damkar sendiri. Dengan Damkar Paspampres itu api sudah mati," katanya.

Namun, Paspampres tetap memanggil unit pemadam kebakaran untuk mengecek lokasi kejadian. Sebab, Paspampres tidak memiliki pengecek suhu.

"Kita enggak yakin karena masih berasap. Disiram temboknya panas, dan masih berasap. Begitu orang damkar cek, oh api memang sudah padam. Ternyata suhunya cuma 39 derajat celsius," kata dia.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Asril Rizal sebelumnya menyebut, menerima laporan kebakaran itu pukul 14.30 WIB.

Sebanyak 25 petugas bersama 4 mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X