Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Massa Berkumpul Sambut Rizieq Shihab, Jalan KS Tubun Dekat Markas FPI Ditutup

Kompas.com - 10/11/2020, 08:38 WIB
Ihsanuddin,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi menyebut satu jalur di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, sudah ditutup pada Selasa (10/11/2020) pagi ini.

Jalan ditutup karena massa yang berkumpul untuk menyambut kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Satu jalur yang ditutup adalah jalur dari Tanah Abang menuju Slipi.

"Yang arah dari Tanah Abang (ditutup), sudah dialihkan semua. Kan markas FPI-nya di sebelah kanan itu," kata Lilik kepada Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Akses Menuju Bandara Lumpuh, Polisi: Simpatisan Rizieq Shihab Parkir Mobil di Tol

Sementara jalur dari Slipi menuju Tanah Abang sampai pukul 07.30 WIB pagi ini masih bisa dilalui kendaraan.

Namun, tidak menutup kemungkinan jalur tersebut juga akan ditutup dan dialihkan jika massa terus bertambah.

"Kemungkinan yang mau ke arah Tanah Abang (dialihkan) kalau memang stuck," kata dia.

Pesawat yang ditumpangi Rizieq Shihab akan terbang dari Jeddah pada Senin malam pukul 19.30 waktu setempat, dan diperkirakan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB.

Selain berkumpul di sekitar kantor FPI, sejumlah massa juga menjemput Rizieq di bandara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menhub dan Heru Budi Temui Duta Besar Jepang Masaki Yasushi di Stasiun MRT Bundaran HI

Menhub dan Heru Budi Temui Duta Besar Jepang Masaki Yasushi di Stasiun MRT Bundaran HI

Megapolitan
Gara-gara Ponsel, Anak di Cengkareng Tega Bacok Ibu Kandungnya

Gara-gara Ponsel, Anak di Cengkareng Tega Bacok Ibu Kandungnya

Megapolitan
Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI Resmi Jadi Tersangka

Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI Resmi Jadi Tersangka

Megapolitan
Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Polisi, Baru Beraksi Dua Minggu

Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Polisi, Baru Beraksi Dua Minggu

Megapolitan
Parkir Liar di Pamulang Square Patok Rp 10.000 Plus THR, Pelaku Diduga Oknum Sekuriti

Parkir Liar di Pamulang Square Patok Rp 10.000 Plus THR, Pelaku Diduga Oknum Sekuriti

Megapolitan
Foto Viral Karcis Parkir Liar di Pamulang Square Patok Biaya Rp 10.000+THR, Diduga Ulah Oknum Sekuriti

Foto Viral Karcis Parkir Liar di Pamulang Square Patok Biaya Rp 10.000+THR, Diduga Ulah Oknum Sekuriti

Megapolitan
Ditipu Kenalan dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Depok Kehilangan Motor dan HP

Ditipu Kenalan dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Depok Kehilangan Motor dan HP

Megapolitan
KPU Bakal Temui Dukcapil DKI, Bahas Penyusunan DPT Pilkada di Tengah Penonaktifan NIK

KPU Bakal Temui Dukcapil DKI, Bahas Penyusunan DPT Pilkada di Tengah Penonaktifan NIK

Megapolitan
PKS Usung Imam Budi Hartono Jadi Cawalkot Depok untuk Pilkada 2024

PKS Usung Imam Budi Hartono Jadi Cawalkot Depok untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Pengelola Ragunan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit Pengunjung yang Tertimpa Dahan Pohon

Pengelola Ragunan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit Pengunjung yang Tertimpa Dahan Pohon

Megapolitan
Polisi Hanya Tilang Pengendara Mobil yang Tabrak Lari di Bekasi karena Masih di Bawah Umur

Polisi Hanya Tilang Pengendara Mobil yang Tabrak Lari di Bekasi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Warga Keluhkan Banjir Rob di Pelabuhan Sunda Kelapa Bau dan Takut Bikin Penyakit

Warga Keluhkan Banjir Rob di Pelabuhan Sunda Kelapa Bau dan Takut Bikin Penyakit

Megapolitan
Pendeta Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polda Metro atas Dugaan Penistaan Agama

Pendeta Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polda Metro atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Toko Perabot di Ciledug Kebakaran

Toko Perabot di Ciledug Kebakaran

Megapolitan
Pendatang Tak Dilarang ke Jakarta, asalkan Punya Keterampilan dan Tempat Tinggal

Pendatang Tak Dilarang ke Jakarta, asalkan Punya Keterampilan dan Tempat Tinggal

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com