Imbas Massa Penjemput Rizieq Shihab, KA Bandara Hanya Beroperasi sampai Stasiun Duri

Kompas.com - 10/11/2020, 09:05 WIB
Kereta Bandara di Stasiun Batu Ceper, Jumat (29/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKereta Bandara di Stasiun Batu Ceper, Jumat (29/11/2019)
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta ikut terdampak kerumunan simpatisan penjemput Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020).

Humas PT Railink Diah Suryandari mengatakan, KA Bandara Soekarno-Hatta harus melakukan penyesuaian jadwal akibat peristiwa kerumunan tersebut.

"Kami laksanakan penyesuaian jadwal perjalanan," ujar dia melalui pesan teks, Selasa.

KA Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat dari Stasiun Manggarai hanya bisa beroperasi sampai Stasiun Duri.

KA Bandara tidak melanjutkan perjalanan ke Stasiun Batuceper dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Pukul 11.19 WIB, layanan menuju Stasiun Batuceper dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta baru akan dibuka kembali.

Baca juga: Massa Simpatisan Rizieq Shihab Penuhi Lobi Terminal 3, Seluruh Pintu Masuk Ditutup

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu juga keberangkatan KA Bandara menuju stasiun akhir Stasiun Manggarai.

Keberangkatan dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga pukul 11.57 WIB.

Untuk sementara, keberangkatan KA Bandara hanya dilayani dari Stasiun Batuceper.

Seperti diketahui, saat ini terjadi kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta oleh simpatisan Rizieq.

Massa hendak menyambut kepulangan Rizieq Shihab yang rencananya tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pukul 09.00 WIB.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Perpanjang PPKM Level 4, Makan di Warteg Maksimal 20 Menit

Jakarta Perpanjang PPKM Level 4, Makan di Warteg Maksimal 20 Menit

Megapolitan
Tergerak dari Kisah Intimidasi Pasien Isoman, Rantang Cinta Hadir di Depok

Tergerak dari Kisah Intimidasi Pasien Isoman, Rantang Cinta Hadir di Depok

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Kembali Buka, Baru 25 Persen Pedagang yang Berjualan

Pasar Tanah Abang Kembali Buka, Baru 25 Persen Pedagang yang Berjualan

Megapolitan
Anies Keluarkan Kepgub Perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021

Anies Keluarkan Kepgub Perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021

Megapolitan
PPKM Level 4, Layanan Tatap Muka Dukcapil Jaktim Ditutup hingga 2 Agustus

PPKM Level 4, Layanan Tatap Muka Dukcapil Jaktim Ditutup hingga 2 Agustus

Megapolitan
9 Orang Kena Tipu Modus Rekrutmen PJLP Satpol PP DKI Jakarta, Begini Kronologinya

9 Orang Kena Tipu Modus Rekrutmen PJLP Satpol PP DKI Jakarta, Begini Kronologinya

Megapolitan
Aturan Naik Pesawat Selama Perpanjangan PPKM Level 4, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa

Aturan Naik Pesawat Selama Perpanjangan PPKM Level 4, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa

Megapolitan
Satpol PP Gadungan Ajak Bibi Tipu Warga buat Jadi Pegawai Kontrak Pemprov DKI

Satpol PP Gadungan Ajak Bibi Tipu Warga buat Jadi Pegawai Kontrak Pemprov DKI

Megapolitan
Hati-hati, Ada Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop!

Hati-hati, Ada Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop!

Megapolitan
Kisah Pemilik Kedai Kopi yang Turun Pendapatan hingga 90 Persen Saat PPKM

Kisah Pemilik Kedai Kopi yang Turun Pendapatan hingga 90 Persen Saat PPKM

Megapolitan
Pasukan Kuning Jakbar Bantu Antar Tabung Oksigen ke RS Sejak Sebulan Terakhir

Pasukan Kuning Jakbar Bantu Antar Tabung Oksigen ke RS Sejak Sebulan Terakhir

Megapolitan
Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM: IGD Mulai Lengang, Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi

Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM: IGD Mulai Lengang, Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi

Megapolitan
Fakta Pencandu Narkoba Timbun Alkes dan Obat di Jakbar: Ivermectin Dijual Mahal hingga Palsukan Tabung Oksigen

Fakta Pencandu Narkoba Timbun Alkes dan Obat di Jakbar: Ivermectin Dijual Mahal hingga Palsukan Tabung Oksigen

Megapolitan
Vaksinasi Keliling di Pondok Pinang: 125 Orang Mendaftar, yang Disuntik Hanya 109

Vaksinasi Keliling di Pondok Pinang: 125 Orang Mendaftar, yang Disuntik Hanya 109

Megapolitan
Gudang Gas di Belakang Pasar Jabon Meruya Terbakar

Gudang Gas di Belakang Pasar Jabon Meruya Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X