Ada Pelebaran Jembatan Kali Cakung, Arus Lalu Lintas di Jalan KH Noer Ali Kota Bekasi Dialihkan

Kompas.com - 11/11/2020, 12:21 WIB
Jl K.H Noer Ali, tepatnya dibawah kolong Tol JORR terendam banjir setinggi 60 cm, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/Tia AstutiJl K.H Noer Ali, tepatnya dibawah kolong Tol JORR terendam banjir setinggi 60 cm, Selasa (25/2/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat melakukan pengalihan arus lalu lintas di ruas Jalan KH Noer Ali menyusul rencana pelebaran Jembatan Kali Cakung oleh pengelola Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu atau Becakayu.

"Rekayasa lalin (lalu lintas) di ruas jalan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak akhir pekan lalu dan direncanakan hingga awal Januari 2021," kata Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indriyanto, di Bekasi, Rabu (11/11/2020).

Ia mengatakan, rekayasa lalu lintas Jalan KH Noer Ali diterapkan dari Jembatan 6 hingga Simpang Caman Alternatif 2.

Teguh menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas ini menggunakan skema lawan arus atau contraflow yang dijadwalkan berlangsung selama 73 hari ke depan atau akan kembali normal pada 4 Januari 2021.

Baca juga: Mulai Malam Ini, Lalu Lintas di Jalan KH Noer Ali Bekasi Dialihkan

Rekayasa lalu lintas itu, kata dia, dilakukan sehubungan dengan rencana proyek pekerjaan pelebaran atau voided slab Jembatan Kali Cakung pada jalan arteri sisi selatan Jalan KH Noer Ali oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

"Proyek ini dalam rangka peningkatan ruas Jalan KH Noer Ali sisi selatan sebagai akibat pelaksanaan proyek Jalan Tol Becakayu Seksi 2A Jembatan Caman sampai dengan simpang BCP (Bekasi Cyber Park) maka dilakukan beberapa prosedur rekayasa lalu lintas," kata dia.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah memasang traffic light portable sebagai rambu jalan di Simpang Caman sebelum jembatan dengan pergerakan dua fase untuk menghindari penyeberang di atas jembatan akibat volume kendaraan.

Kemudian kendaraan di bawah jembatan dikhususkan untuk satu arah yaitu hanya dari Bekasi sedangkan kendaraan dari arah Jakarta mengambil jalur kiri ke arah Bintara Jaya atau memutar di atas jembatan tol.

Pihaknya juga telah menyediakan sejumlah media informasi untuk mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas yang telah dibuat seperti fasilitas keselamatan lalu lintas.

"Sudah ada pemasangan spanduk penutupan ruas jalan pada beberapa lokasi di sekitar pelaksanaan pekerjaan hingga penempatan personel Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk membantu kelancaran lalu lintas," kata dia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Megapolitan
Polisi Gerebek Kampung Ambon Jakbar, 45 Orang Ditangkap, Senjata hingga Miras Diamankan

Polisi Gerebek Kampung Ambon Jakbar, 45 Orang Ditangkap, Senjata hingga Miras Diamankan

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bogor Ingatkan Pengelola Mal Perketat Protokol Kesehatan Jelang Lebaran

Wakil Wali Kota Bogor Ingatkan Pengelola Mal Perketat Protokol Kesehatan Jelang Lebaran

Megapolitan
Bangunan TK di Cipete Selatan Terbakar, Diduga akibat Warga Bakar Sampah

Bangunan TK di Cipete Selatan Terbakar, Diduga akibat Warga Bakar Sampah

Megapolitan
Tersangka Penyebar Ajakan Demo di Tol Mengaku Hanya Teruskan Pesan, Tak Berniat Ikut Unjuk Rasa

Tersangka Penyebar Ajakan Demo di Tol Mengaku Hanya Teruskan Pesan, Tak Berniat Ikut Unjuk Rasa

Megapolitan
Sebarkan Ajakan Demo di Jalan Tol demi Bisa Mudik, Tersangka Mengaku Teruskan Pesan dari Grup WhatsApp

Sebarkan Ajakan Demo di Jalan Tol demi Bisa Mudik, Tersangka Mengaku Teruskan Pesan dari Grup WhatsApp

Megapolitan
Jelang Lebaran, Pengunjung Padati Pasar Tanah Abang, Ada yang Tak Pakai Masker

Jelang Lebaran, Pengunjung Padati Pasar Tanah Abang, Ada yang Tak Pakai Masker

Megapolitan
Ketua DPRD Kota Bogor Sebut Larangan Mudik Lokal Jabodetabek Timbulkan Kebingungan di Masyarakat

Ketua DPRD Kota Bogor Sebut Larangan Mudik Lokal Jabodetabek Timbulkan Kebingungan di Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Orang yang Sebarkan Ajakan Demo di Jalan Tol demi Bisa Mudik

Polisi Tangkap 3 Orang yang Sebarkan Ajakan Demo di Jalan Tol demi Bisa Mudik

Megapolitan
Pengelola Pastikan Monas Masih Ditutup Saat Libur Lebaran

Pengelola Pastikan Monas Masih Ditutup Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Mal Diprediksi Ramai pada 'Masa Kritis' 13-15 Mei, Satgas Covid-19 Depok: Kapasitas Hanya 30 Persen

Mal Diprediksi Ramai pada "Masa Kritis" 13-15 Mei, Satgas Covid-19 Depok: Kapasitas Hanya 30 Persen

Megapolitan
Modus Admin yang Tipu Food Vlogger Magdalena, Serahkan Nomor Rekening Pribadi dan Palsukan Tanda Tangan

Modus Admin yang Tipu Food Vlogger Magdalena, Serahkan Nomor Rekening Pribadi dan Palsukan Tanda Tangan

Megapolitan
Cerita Food Vlogger Magdalena, Kena Tipu Admin Sendiri hingga Bakal Tempuh Jalur Hukum

Cerita Food Vlogger Magdalena, Kena Tipu Admin Sendiri hingga Bakal Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Kali Mampang Depok Meluap Semalam, Warga: Sering Terjadi, Pemkot Tak Serius

Kali Mampang Depok Meluap Semalam, Warga: Sering Terjadi, Pemkot Tak Serius

Megapolitan
Jelang Lebaran, Pasar Senen Ramai Pengunjung Buru Baju Seken

Jelang Lebaran, Pasar Senen Ramai Pengunjung Buru Baju Seken

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X