Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beli Handphone Pakai Uang Palsu, Pengemudi Ojek Online Ditangkap Polisi

Kompas.com - 11/11/2020, 20:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengemudi ojek online, FH (20) ditangkap anggota kepolisian dari Polsek Tambora karena menggunakan uang palsu ketika membeli handphone.

FH dilaporkan ke polisi segera setelah korban berinisial FF yang merupakan penjual handphone curiga dengan uang pemberian FH.

"Saat mencurigai hal tersebut kemudian korban meminta tolong warga sekitar untuk mengamankan pelaku dan melaporkannya ke Polsek Tambora " jelas Kapolsek Tambora, Kompol Moh Faruk Rozi, Rabu ( 11/11/2020)

Awalnya, FH bertransaksi dengan korban yang menjual satu buah handphone merk Redmi, melalui Facebook.

Baca juga: Pembegal Pesepeda Perwira Marinir yang Menyerahkan Diri Akui Pakai Sabu

Mereka sepakat untuk melakukan transaksi cash on delivery di sekitar wilayah Jembatan Besi, Tambora, pada hari Minggu.

"FH datang dengan diantar oleh seorang kawannya," ujar Faruk.

Ia membayar dengan menggunakan 19 lembar uang Rp 100.000 yang merupakan uang palsu.

Namun, ketika menerima uang dari FH, korban langsung curiga sebab uang terasa lebih halus dari biasanya.

Baca juga: Kasus Tiga Bocah Ditelantarkan di Kolong Jembatan, Kemensos Cari Wali Sebelum Lapor Polisi

Setelah dimintai keterangan, ternyata FH juga merupakan korban dari transaksi uang palsu.

Ia menerima uang tersebut sebagai hasil penjualan HP miliknya kepada orang yang tak dikenalnya.

FH baru menyadari bahwa uang yang ka terima uang palsu setelah transaksi selesai.

Karena perbuatannya, FH dikenakan pasal 36 ayat (3), Undang Undang RI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Klender Pura-pura Cari Kontrakan

Tepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Klender Pura-pura Cari Kontrakan

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya Mutasi Puluhan Kapolsek, Ini Daftar Namanya

Kapolda Metro Jaya Mutasi Puluhan Kapolsek, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
Mantan Menteri ATR Sofyan Djalil Diangkat Jadi Komisaris Utama Ancol

Mantan Menteri ATR Sofyan Djalil Diangkat Jadi Komisaris Utama Ancol

Megapolitan
Lansia Pencuri Mobil di Tebet Disebut Kerap Pamerkan Barang Mewah Saat Pulang Kampung

Lansia Pencuri Mobil di Tebet Disebut Kerap Pamerkan Barang Mewah Saat Pulang Kampung

Megapolitan
Atas Permintaan AKBP Dody, Syamsul Beli Tawas di 'Marketplace' untuk Ditukar Sabu-sabu

Atas Permintaan AKBP Dody, Syamsul Beli Tawas di "Marketplace" untuk Ditukar Sabu-sabu

Megapolitan
Pencuri Uang Ratusan Juta di Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara Diduga Lebih dari Satu Orang

Pencuri Uang Ratusan Juta di Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara Diduga Lebih dari Satu Orang

Megapolitan
Suruh AKBP Dody Tukar Sabu dengan Tawas, Teddy Minahasa: Mainkan ya, Mas!

Suruh AKBP Dody Tukar Sabu dengan Tawas, Teddy Minahasa: Mainkan ya, Mas!

Megapolitan
Pengunduran Diri Geisz Chalifah sebagai Komisaris Ancol Disetujui Pemegang Saham

Pengunduran Diri Geisz Chalifah sebagai Komisaris Ancol Disetujui Pemegang Saham

Megapolitan
Terinspirasi Sosok Ridwan Kamil, Rian Ernest Bakal Maksimalkan Kampanye melalui Media Sosial

Terinspirasi Sosok Ridwan Kamil, Rian Ernest Bakal Maksimalkan Kampanye melalui Media Sosial

Megapolitan
Jaksa: AKBP Dody Sempat Takut Tukar Sabu dengan Tawas, tapi Tetap Disanggupi

Jaksa: AKBP Dody Sempat Takut Tukar Sabu dengan Tawas, tapi Tetap Disanggupi

Megapolitan
Tangis Ibunda AKBP Dody Pecah di Sidang Perdana Kasus Narkoba Teddy Minahasa

Tangis Ibunda AKBP Dody Pecah di Sidang Perdana Kasus Narkoba Teddy Minahasa

Megapolitan
Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok juga Harus Bayar Restitusi Rp 30 Juta ke Korban

Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok juga Harus Bayar Restitusi Rp 30 Juta ke Korban

Megapolitan
Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Pihaknya Janji Bayar Kerugian ke Korban

Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Pihaknya Janji Bayar Kerugian ke Korban

Megapolitan
Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Kuasa Hukum: Kami Paham Ada Penolakan

Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Kuasa Hukum: Kami Paham Ada Penolakan

Megapolitan
Jaksa: AKBP Dody Tukar Sabu Pakai Tawas atas Perintah Teddy Minahasa

Jaksa: AKBP Dody Tukar Sabu Pakai Tawas atas Perintah Teddy Minahasa

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.