Transjakarta Kembali Operasikan Dua Rute Non-BRT 5F dan 7D

Kompas.com - 11/11/2020, 22:04 WIB
Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.


JAKARTA, KOMPAS.com - Transjakarta kembali mengoperasikan dua rute non-BRT. Hal ini disampaikan Plt Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Betris.

Betris mengatakan, pengoperasian kembali dua rute non-BRT tersebut dilakukan seiring dengan pulihnya kegiatan masyarakat di masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) masa transisi.

"Seiring itu kebutuhan akan transportasi publik juga menjadi perhatian agar bisa melayani mobilitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).

Betris mengatakan bahwa dua rute non-BRT yang kembali dioperasikan, yaitu rute 5F Kampung Melayu-Tanah Abang, dan rute 7D Taman Mini Indonesia Indah (TMII)-Pancoran.

Baca juga: Uji Coba Rute Baru, Transjakarta Gratiskan Layanan Selama Dua Minggu

"Kedua rute ini akan kembali melayani pelanggan mulai besok, Kamis 12 November 2020," tutur dia.

Adapun jumlah armada, lanjut Betris, rute 5F akan tersedia lima unit jenis low entry dan akan beroperasi setiap Senin-Jumat.

Sementara untuk rute 7D akan disediakan 10 unit single bus yang yang juga beroperasi Senin-Jumat.

Kedua rute akan beroperasi khusus pada jam sibuk yaitu pukul 05.00-10.00 WIB dan pukul 15.00-22.00 WIB.

"Bagi pelanggan yang ingin menggunakan kedua layanan kami tersebut, bisa melakukan pembayaran menggunakan fasilitas top on bus (TOB) yang tersedia di dalam armada bus dengan tarif Rp 3.500 dengan jarak kedatangan atau headway 15 menit," kata dia.

Betris juga menegaskan setiap bus Transjakarta akan melakukan pembatasan penumpang untuk menjaga protokol kesehatan.

Untuk bus gandeng maksimal 60 penumpang, bus besar 30 orang, bus sedang dengan maksimal 15 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X